Rahmadi — Deteksi
JEMBER(deteksimedia.id) — Jum’at, 13/2/2026, Bencana banjir yang melanda Jember memakan korban jiwa. Seorang warga Desa Kaliwining meninggal dunia setelah tersengat listrik saat membersihkan rumah pascabanjir.
Korban diketahui bernama Siti Nurfadila (55), warga Dusun Curang Suko, Desa Kaliwining. Korban tersengat listrik saat membersihkan rumah yang masih dalam kondisi basah akibat banjir.
“Korban sedang membersihkan rumah, kemudian terdapat aliran listrik pada kondisi rumah yang terdampak banjir sehingga korban tersengat,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember, Edy Budi Susilo, Jum’at malam.
Korban sempat dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat di wilayah Rambipuji, namun meninggal dunia beberapa menit setelah mendapatkan penanganan medis.
Selain korban meninggal, ribuan warga terdampak banjir harus mengungsi sementara. Di sejumlah wilayah, warga mengalami kesulitan air bersih karena sumur tercemar banjir, terutama di wilayah Nogosari.
BPBD juga mencatat ratusan warga sempat mengungsi di rumah warga, masjid, balai desa, hingga sekolah. Kelompok rentan seperti balita, lansia, dan penyandang disabilitas menjadi prioritas utama penanganan selama masa tanggap darurat.
“Kami terus mengingatkan warga untuk memastikan instalasi listrik aman sebelum membersihkan rumah pascabanjir,” pesannya.
Sebelumnya, banjir besar meluas dan melumpuhkan sejumlah wilayah di Kabupaten Jember sejak Kamis petang hingga Jumat sore. Bencana hidrometeorologi ini merendam ribuan rumah warga, merusak jembatan, tempat ibadah, hingga fasilitas pendidikan.
Data BPBD mencatat total 7.249 kepala keluarga dari sembilan kecamatan dan 22 desa/kelurahan terdampak banjir. Angka tersebut meningkat signifikan dibanding laporan awal yang mencatat 3.944 KK terdampak di delapan kecamatan.
Banjir dipicu hujan deras berintensitas tinggi yang terjadi berjam-jam, setelah sebelumnya muncul peringatan cuaca ekstrem dari BMKG untuk periode 10-20 Februari 2026.
Debit air sungai meningkat drastis, termasuk di Sungai Dinoyo, Kaliputih, Kalijompo, hingga Sungai Bedadung yang akhirnya meluap ke permukiman warga. Ketinggian air dilaporkan mencapai 30 sentimeter hingga 2 meter di sejumlah titik.
Wilayah terdampak terparah berada di Kecamatan Rambipuji, disusul wilayah selatan dan barat Jember. Kerusakan infrastruktur meliputi tiga jembatan ambruk, satu masjid roboh, satu pondok pesantren terendam, serta sejumlah fasilitas umum ikut terdampak akibat bencana banjir.




