Idham – Deteksi
Jember(deteksimedia.id) – Dirut Sofyan Sauri Alhamdulillah perusahaan daerah perkebunan kahyangan Jember yang saya pimpin berhasil melakukan tambahan komoditi baru dengan hasil cepat.
Hal tersebut disampaikan Dirut perusahaan perkebunan kahyangan Jember melalui ponselnya kemarin hari Senin 29 Desember 2025.
Dikatakan perumda perkebunan kahyangan Jember sebagai salah satu perusahaan daerah kabupaten Jember menambah komoditi baru dengan meningkatkan pola kemitraan.
Diakuinya sejak dirinya menjabat pria asli Jember ini selain ingin ikut memajukan Jember melalui perusahaan perkebunan dirinya ingin dekat dengan keluarga dan mengabdi kepada daerah.
Saat itu melihat kondisi perusahaan memang butuh penanganan ekstra untuk pemulihan perusahaan yang sehat dan berorientasi profit.
Menurut Sofyan Sauri pihaknya telah melakukan penambahan komoditi baru dengan pertimbangan umurnya yang hanya satu tahun seperti tanaman tebu di samping tetap mempertahankan tanaman pokok yaitu kopi dan karet.
Lebih lanjut dikatakan bahwa pengelolaan tanaman tebu ini perumda perkebunan kahyangan hanya memanfaatkan area seluas 47 hektar yang Keraton cabi dan tanam baru seluas 30 hektar dan alhamdulillah sudah panen dari luar 20 hektar dapat menghasilkan margin 5 00 juta ungkapnya dan dari tanaman ini mematok target 1,4 miliar rupiah.
Dikatakan kondisi lahan PDP seluas 38 00 hektar ini yang bisa ditanami tebu sekitar 1000 hektar sampai 1200 hektar dan sisanya masih bertahan tanaman kayu-kayuan dan komoditi utama PDP karet kopi dan tokek an mengisahkan.
Selain itu pihaknya tidak ada henti-hentinya mengajak bangkitkan kembali PDB dengan terus berusaha meyakinkan karyawan yang berada di komfort zona agar sama-sama paham dan membangun perusahaan.
Menurut Sofyan Sauri dalam mengelola tanaman tebu meski banyak tantangan masih bisa panen.
Dikatakan dengan tanaman tebu yang juga tidak meninggalkan tanaman karet kopi dan cengkeh sebenarnya kami hanya melanjutkan karena semenjak saya menjabat sudah ada pembibitan dan peremajaan dari tahun ke tahun mulai TBM 1 sampai BBM 3 yang jumlahnya puluhan ribu hingga tahun 2025.
Sejak masuk PDB tahun 2021 akhir kondisi perusahaan merugi di angka 1,4 m hingga tahun 2024 untuk sedikit sekitar 87 juta akhirnya kami benahi sistemnya etos kerjanya hingga meminta modal kepada KPM yaitu Bupati dan alhamdulillah tahun 2024 dapat 15 maka sebagian kami gunakan untuk tanaman tebu.
Menurut Sofyan terus terang PDB ini perusahaan yang sakit dan butuh penanganan ekstra namun kondisi hari ini dalam keadaan recovery untuk memulihkan hal tersebut bodoh dari semua pihak sehingga PDP menjadi jaya kembali.
Sebenarnya kami ini diwarisi masalah mulai dari pembenahan sistem kerugian hutang pajak etos kerja dan lain-lain.
Sampai penghujung tahun 2025 ini PDP kahyangan Jember sudah mulai sehat dan meraih laba 500 juta pungkasnya.




