Ramdan/Salsabila – Deteksi
JEMBER(deteksimedia.id) – 4/2/2026, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jember di bawah jajaran Polda Jawa Timur terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dengan meluncurkan program inovatif bertajuk “Polantas Menyapa”. Program ini dipusatkan pada sejumlah titik layanan strategis, seperti SATPAS serta Kantor Samsat Bersama Dr. Soebandi, Patrang, Jember.
Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Polri dalam mendorong reformasi birokrasi, khususnya untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih terbuka, profesional, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. Program ini sekaligus ditujukan untuk memastikan seluruh proses administrasi lalu lintas, termasuk registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor, berjalan tanpa adanya praktik pungutan liar maupun percaloan.
Kasat Lantas Polres Jember, AKP Bernadus Bagas Simarmata, menjelaskan bahwa dalam program ini personel kepolisian ditugaskan sebagai petugas pendamping atau “duta menyapa” yang berinteraksi langsung dengan warga di lokasi pelayanan.
“Kami ingin masyarakat merasa lebih nyaman dan terbantu saat mengurus administrasi kendaraan maupun SIM. Melalui program ini, kami memastikan pelayanan berjalan sesuai prosedur serta bebas dari pungli,” ungkapnya.
Dalam praktiknya, petugas memberikan pendampingan serta sosialisasi mengenai mekanisme layanan, mulai dari alur pengurusan, aturan yang berlaku, hingga rincian biaya resmi. Menurut AKP Bagas, langkah ini penting untuk meminimalkan peluang terjadinya praktik percaloan yang dapat merugikan masyarakat.
Ia juga menekankan bahwa seluruh jajaran Satlantas harus mengedepankan sikap humanis serta respons cepat terhadap kendala administratif yang dihadapi warga.
“Petugas wajib memberikan informasi yang benar, mudah dipahami, dan membantu masyarakat mendapatkan solusi tanpa pungutan tambahan di luar ketentuan resmi,” tegasnya.
Lebih jauh, program “Polantas Menyapa” tidak hanya difokuskan pada peningkatan mutu layanan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat melalui pendekatan komunikasi yang lebih terbuka dan empatik.
“Kami ingin Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai mitra masyarakat dalam memberikan pelayanan terbaik,” tutup AKP Bagas.
Program ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah berkelanjutan dalam mewujudkan pelayanan lalu lintas yang modern, bersih, dan berintegritas di Kabupaten Jember, sejalan dengan semangat Transformasi Polri Presisi.




