Redaksi – Deteksi
Bondowoso(deteksimedia.id) – sel 12 Lapas Klas IIB Bondowoso memiliki kaitan erat dengan jejak sejarah peristiwa Gerbong Maut, yang menewaskan puluhan pejuang Indonesia di gerbong kereta api tak berventilasi.
Peristiwa ini terjadi pada 23 November 1947. Tiap tanggal itu masyarakat Bondowoso akan mengenang peristiwa tragedi yang dikenal dengan Gerbong Maut.
Kala itu 100 orang yang merupakan pejuang dan rakyat sipil Indonesia menjadi tahanan Pasukan Sekutu Belanda, diangkut dari stasiun KA Bondowoso menuju Stasiun Wonokromo (Surabaya).
Mereka diangkut dengan tiga gerbong yang sebenarnya untuk membawa barang tetapi malah digunakan untuk membawa sandera.
Tiga gerbong itu bernomor registrasi GR5769, GR4416 dan GR10152.
Panas, pengap, dan tanpa ventilasi bahkan lubang-lubang kecil disumpal oleh Belanda agar para tawanan tidak melihat kondisi di luar.
Kereta menempuh perjalanan 240 kilometer selama kurang lebih 13 jam di bawah terik matahari yang panas.
Bahkan para tawanan ini tidak diberi makan dan minum, sehingga penderitaan mereka di dalam gerbong tak terbayangkan. Teriakan bahkan gedoran para tawanan dari dalam gerbong tak dihiraukan Belanda.
Pada malam hari kereta tiba di Wonokromo Surabaya, saat gerbong dibuka sebanyak 90 orang pingsan dan beberapa meninggal dunia. Peristiwa tersebut menyebabkan 46 orang meninggal dunia dan sejak saat itulah, peristiwa ini dikenal dengan gerbong maut.
Jejak Sel 12
Di sel 12 Lapas Bondowoso yang merupakan peninggalan zaman Belanda itulah, tempat para tawanan itu dipenjara sebelum diangkut kereta api dalam peristiwa Gerbong Maut.
Menurut Edi Santoso, Humas Lapas Klas 2 B Bondowoso, meski telah mengalami beberapa kali renovasi, sel itu memiliki ukuran paling luas dibanding sel tahanan saat ini. Ukurannya 14×7 meter. “Paling luas di antara kamar lain,” katanya. Senin (24/11/2025).
Dalam beberapa literasi disebutkan dulunya sel ini beralaskan kayu. Baru sekitar tahun 1990-an sudah dilakukan renovasi, diganti dengan semen plester.
Kemudian ruang sel ini beralih fungsi menjadi ruang makan.
Di tahun 2000-an, sel 12 direnovasi lagi, dan kembali beralih menjadi menjadi kamar tahanan hingga sekarang.
“Masih digunakan untuk kamar narapidana kasus narkoba. Sekarang ada 70 narapidana,” jelasnya.
Di sel 12 ini satu-satunya di Lapas Klas II B Bondowoso yang dipasangi lukisan Gerbong Maut di bagian depannya.
Sampai saat ini sel 12 menjadi istimewa di beberapa kalangan. Pernah menjadi lokasi shooting film perjuangan di sekitar tahun 2018




