Ridwan – Deteksi
PROBOLINGGO(deteksimedia.id) – Semua mata tertuju pada panggung utama. Detik itu, pengumuman yang menentukan nasib para peserta akhirnya dibacakan. Suasana yang semula riuh mendadak hening ketika panitia menyebutkan pemenang Kadisah Carnaval Night 2025 di Desa Bulu, Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo.
Dalam hasil resmi yang dibacakan panitia, RW 2 berhasil meraih Juara 1, disusul RW 5 sebagai Juara 2, dan RW 3 sebagai Juara 3. Untuk kategori harapan, RW 6 ditetapkan sebagai Harapan 1, RW 1 sebagai Harapan 2, dan RW 4 Bulu Land sebagai Harapan 3.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia memberikan hadiah Rp3 juta untuk Juara 1, Rp2 juta untuk Juara 2, dan Rp1 juta untuk Juara 3. Hadiah tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi warga dalam menampilkan kreativitas terbaik pada karnaval tahun ini.
Kadisah Carnaval Night 2025 merupakan rangkaian kegiatan tahunan Desa Bulu yang mencapai puncaknya pada 22 November. Selanjutnya, rangkaian tersebut ditutup dengan Pengajian Akbar pada 29 November 2025 di kediaman Kepala Desa. Gelaran ini diselenggarakan oleh Pemerintah Desa Bulu di bawah kepemimpinan Kepala Desa Dimas Eko Romadhoni, dengan dukungan penuh dari H. Saiful Bahri, anggota DPRD Kabupaten Probolinggo dari PPP yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Probolinggo.
Acara penutupan turut dihadiri Wakil Bupati Probolinggo, Lora Fahmi ANZ, serta Camat Kraksaan, Puja, yang mengapresiasi kekompakan warga dalam menjaga tradisi budaya dan keagamaan desa.
Pengajian Akbar menghadirkan dua penceramah, yaitu KH. Amin Qutbi Munir dari Sentong, Kecamatan Krejengan, dan Habib Ahmad Bin Abu Bakar Al-Muhdor dari Probolinggo. Keduanya menyampaikan pesan keagamaan mengenai pentingnya persatuan, toleransi, dan pelestarian nilai-nilai sosial dalam kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Ridwan, wartawan senior sekaligus warga Perumahan Bulu Land, menilai kegiatan tahun ini membawa dampak positif bagi desa.
“Acara ini bukan sekadar hiburan, tetapi ruang bagi warga untuk menunjukkan kreativitas terbaik mereka,” ujar Ridwan.
“Karnaval tahun ini membuktikan bahwa potensi seni dan budaya Desa Bulu jauh lebih besar daripada yang selama ini terlihat,” lanjutnya.
“Jika kegiatan seperti ini digelar secara konsisten, Desa Bulu berpeluang menjadi ikon pagelaran budaya tingkat kecamatan, bahkan kabupaten,” tutupnya.
Dengan berakhirnya Pengajian Akbar, rangkaian Kadisah Carnaval Night 2025 resmi ditutup. Namun bagi warga, atmosfer kebersamaan dan antusiasme yang tercipta diyakini akan menjadi modal sosial bagi kegiatan desa berikutnya.




