Bay-Deteksi
Situbondo,(deteksi media.id), edisi Senin, 29 Desember 2025, Suasana di Desa Demung – Kecamatan Besuki – Kabupaten Situbondo, masih diselimuti awan kelabu. Tragedi Berdarah yang menewaskan tiga warga dusun watu ketu secara tragis telah menciptakan gelombang kekhawatiran dan ketidakpastian yang mendalam di tengah masyarakat agraris tersebut. Di tengah pusaran emosi, Kepala Desa Demung Bapak Aguk Prayogi, S.Pd, tampil ke publik menyuarakan harapan kolektif warganya, mendesak pihak berwajib untuk berkerja ekstra keras dan segera mengungkap motif dibalik aksi keji ini.
” Kami semua berduka, sangat terpukul dengan kejadian ini ” ungkap kepala desa dengan nada suara yang sarat akan kesedihan, saat ditemui di balai desa setempat beberapa waktu lalu.
“Tetapi, duka ini tidak boleh berlarut – larut tanpa adanya titik terang. Yang paling penting bagi kami saat ini adalah mengetahui apa motif sebenarnya dari pelaku. Apa alasan dibalik perbuatan sekeji itu ?” ungkap Aguk
Pernyataan Kades ini mencerminkan keresahan nyata yang dirasakan oleh warga Desa Demung. Kurangnya informasi mengenai motif, atau jika motif yang ada masih simpang siur, dapat menimbulkan spekulasi liar dan bahkan potensi konflik sosial baru dilevel akar rumput. Rasa aman masyarakat menjadi taruhan utama dalam kasus ini. Pengungkapan motif secara transparan dan cepat diharapkan dapat meredam rumor yang beredar dan memulihkan kembali rasa tenteram di desa tersebut.
Lebih lanjut, Kepala Desa Demung juga menekankan pentingnya proses hukum yang adil dan terbuka. Ia percaya penuh pada kapasitas aparat penegak hukum, baik dari jajaran Kepolisian Resor Situbondo maupun Polsek Besuki, untuk menuntaskan kasus ini hingga ke meja hijau.
” Kami berharap Polisi bekerja cepat, profesional, dan transparan. Tidak hanya mengungkap pelaku, yang kami yakini pasti akan berhasil dilakukan, tetapi yang lebih krusial lagi adalah membongkar motifnya secara gamblang,” tegasnya
Tragedi ini sendiri telah menyita perhatian publik luas, tidak hanya di Situbondo, tetapi juga di wilayah tapal kuda Jawa Timur. Berbagai spekulasi bermunculan, mulai dari motif dendam pribadi, sengketa lahan, hingga persoalan ekonomi yang kompleks. Namun, semua itu masih sebatas dugaan yang belum terkonfirmasi secara resmi oleh pihak berwenang.
Maka dari itu, harapan besar Kepala Desa Demung ini menjadi semacam penanda betapa vitalnya peran kepastian hukum dalam menjaga stabilitas sosial di daerah.
Pengungkapan motif yang jelas, disertai dengan bukti – bukti yang kuat, akan memberikan jawaban yang menenangkan bagi keluarga korban serta bagi seluruh warga desa Demung yang kini menantikan keadilan




