Bay-Deteksi
Situbondo,(deteksimedia.id) edisi Minggu, 04 Januari 2026, Proses pembayaran tukar guling tanah kas desa (TKD), yang terdampak proyek strategis nasional Jalan Tol Probolinggo – Situbondo – Banyuwangi (Prosiwangi) di Desa Jetis – Besuki – Situbondo, masih menyisakan misteri dan keresahan di kalangan warga. Sejumlah warga yang lahannya digunakan sebagai pengganti TKD mengaku menerima pembayaran yang tidak utuh, memicu dugaan kuat adanya penyelewengan dana oleh oknum Kepala Desa ( Kades) Jetis dan kroni – kroninya.
Kasus ini mencuat setelah beberapa warga memberanikan diri mengungkapkan bahwa nominal uang ganti rugi yang mereka terima jauh dibawah nilai yang seharusnya. Kerugian akibat dugaan “PENGEMPLANGAN” dana ini ditaksir mencapai ratusan juta rupiah, bahkan ada dugaan mencapai kurang lebih Rp 700 jutaan.
Menurut sumber di lapangan, skema penyelewengan ini diduga melibatkan manipulasi dalam proses pencairan dana ganti rugi. Warga yang seharusnya menerima yang diatur, justru hanya menerima sebagian, dengan dalih adanya berbagai “Biaya administrasi” atau pungutan tak resmi lainnya.
“Hanya menerima sekian, padahal nilai yang tertera di dokumen lebih besar, sisanya kemana ? Ini yang jadi pertanyaan besar bagi kami,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, khawatir akan dampak yang diterima.
Dugaan penyelewengan dana TKD tol ini bukan kali pertama terjadi di Situbondo. Sebelumnya, kejaksaan Negeri Situbondo juga telah menetapkan dan menahan beberapa tersangka, termasuk Kepala Desa Blimbing – Besuki, terkait kasus korupsi pengadaan tanah Tol dengan modus pemerasan dan gratifikasi terhadap warga terdampak. Kasus – kasus sebelumnya telah disidangakan, menunjukkan adanya pola serupa dalam proyek pengadaan lahan Tol di wilayah Besuki.
Menanggapi hal ini, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo didesak untuk segera turun ke lapangan dan mengawal kasus di Desa Jetis – Besuki. Pihak berwenang, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Situbondo, diharapkan dapat melakukan audit mendalam dan investigasi transparan untuk mengungkap kebenaran di balik misteri dana tukar guling ini, serta memastikan hak – hak warga terdampak terpenuhi secara adil dan utuh.
Hingga berita ini diturunkan, oknum Kades Jetis yang diduga terlibat belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. Pihak terkait masih menunggu proses hukum berjalan untuk memberikan kejelasan nasib dana ratusan juta rupiah milik warga desa yang terdampak.




