Bay-deteksi
Tapalkuda,(deteksimedia.id), edisi Rabu, 07 Januari 2026, Peta pertumbuhan ekonomi di Wilayah Tapal Kuda, Jawa Timur, menunjukkan pergeseran menarik pada awal tahun 2026 ini. Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), performa ekonomi Kabupaten Jember mencatatkan angka yang menempatkan di posisi menengah jika dibandingkan dengan kabupaten tetangga.
Meskipun Jember tetap menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar di wilayah timur Jawa secara nominal, dari sisi laju pertumbuhan (persentase), Jember tercatat berada di bawah Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Bondowoso. Akselerasi ekonomi di Situbondo dan Bondowoso didorong oleh masifnya pengembangan sektor pariwisata strategis dan optimalisasi hilirisasi pertanian yang mulai membuahkan hasil signifikan sejak tahun lalu.
Namun demikian, Jember menunjukkan ketangguhan dengan berhasil melampaui laju pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lumajang dan Kabupaten Banyuwangi. Keunggulan Jember terhadap dua kabupaten tersebut dipicu oleh dominasi sektor perdagangan dan jasa, serta peran Jember sebagai pusat Pendidikan dan kesehatan di kawasan tersebut yang tetap stabil di tengah fluktuasi ekonomi global.
Pengamat ekonomi dari Universitas Jember ( UNEJ), menilai bahwa fenomena “DISALIPNYA” Jember oleh Situbondo dan Bondowoso dalam hal persentase pertumbuhan adalah hal yang wajar, mengingat basis ekonomi Situbondo dan Bondowoso yang lebih kecil, sehingga intervensi kebijakan sedikit saja dapat memberikan dampak persentase yang besar.
“Jember memiliki struktur ekonomi yang lebih komplek. Meskipun secara persentase kalah dari Situbondo, namun keberhasilan Jember mengungguli Banyuwangi dan Lumajang, membuktikan bahwa diversifikasi ekonomi di Jember masih sangat kompetitif,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Jember diharapkan terus mempercepat realisasi investasi di sektor manufaktur dan infrastruktur agar posisi kompetitif ini dapat terus ditingkatkan, guna mengejar ketertinggalan laju pertumbuhan dari wilayah tetangga lainnya.




