Deteksi Media

Diduga Proyek “SILUMAN” Pembangunan Irigasi di Paiton Disorot Warga ; Tanpa Papan Informasi dan Kualitas Bangunan Dipertanyakan

Diduga Proyek “SILUMAN” Pembangunan Irigasi di Paiton Disorot Warga ; Tanpa Papan Informasi dan Kualitas Bangunan Dipertanyakan

 

Bay/Taufik-deteksi

Tapalkuda(deteksimedia.id), edisi Rabu, 07 Januari 2026, Pelaksanaan Proyek Pembangunan jaringan irigasi di Dusun Pendopo, Desa Kalikajar Wetan – Paiton – Probolinggo – Jawa Timur, menuai polemik dan kecaman dari masyarakat setempat.
Proyek yang diduga “Siluman” ini disorot karena sejumlah kejanggalan serius, mulai dari ketiadaan papan informasi publik hingga dugaan penyimpangan dalam spesifikasi material dan kualitas kontruksi.

TANPA TRANSPARANSI PUBLIK
Pantauan di lapangan menunjukkan lokasi proyek pembangunan plengsengan irigasi tersebut sepi dari papan nama, atau papan informasi proyek.
Ketiadaan papan informasi ini secara langsung melanggar prinsip transparansi yang diamanatkan dalam Undang – Undang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

“Sampai saat ini, kami tidak tahu persis berapa anggaran proyek ini, dari mana sumber dananya, dan siapa pelaksananya. Tidak ada papan informasi yang terpasang,”ungkap salah satu warga setempat yang enggan disebutkan namanya.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar dikalangan warga terkait akuntabilitas penggunaan dana publik dalam proyek tersebut.

DUGAAN KONTRUKSI TIDAK SESUAI STANDAR
Selain masalah transparasi, kualitas fisik bangunan juga menjadi sorotan utama. Berdasarkan pengamatan visual di lokasi, kontruksi plengsengan diduga tidak sesuai dengan standar teknis yang berlaku.

Beberapa poin yang menjadi catatan kritis meliputi :

* Penggunaan Material Batu : Material batu yang digunakan diduga melebihi kapasitas ukuran yang semestinya.

* Kualitas Campuran Semen – Pasir : Campuran adukan yang digunakan terpantau rendah kualitasnya dan terlihat minim semen, sehingga mengurangi daya rekat dan ketahanan bangunan terhadap gerusan air.

“Kualitas adukannya sangat rendah, terlihat rapuh. Kami khawatir bangunan ini tidak akan bertahan lama dan cepat rusak. Padahal dananya dari Uang Rakyat,” tambah sumber tersebut.

TUNTUTAN AUDIT dan INVESTIGASI

Warga berharap pihak terkait, termasuk Dinas Pekerjaan Umum setempat dan aparat penegak hukum, segera turun tangan mengaudit dan menginvestigasi dugaan penyimpangan ini.
Proyek infrastruktur yang vital bagi pertanian ini seharusnya dibangun dengan kualitas terbaik untuk kemaslahatan masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pelaksana proyek maupun Pemerintah Desa Kalikajar Wetan terkait temuan – temuan di lapangan.
Dugaan proyek “SILUMAN” dengan kualitas rendah ini menjadi preseden buruk bagi pembangunan infrastruktur di Kabupaten Probolinggo dan menuntut respons cepat dari pihak berwenang.

redaksi

Related Articles