Deteksi Media

Ironi Kemanusiaan di Lokalisasi GS Situbondo ; WANITA HAMIL diduga JADI PSK, Di Mana Hati Nurani dan Pengawasan

Ironi Kemanusiaan di Lokalisasi GS Situbondo ; WANITA HAMIL diduga JADI PSK, Di Mana Hati Nurani dan Pengawasan

 

Bay  –  Deteksi

Situbondo(deteksimedia.id), edisi Sabtu, 10 January 2026, Pemandangan memilukan sekaligus memuakkan terjadi di tengah hiruk – pikuk lokalisasi GS, RT 30, Desa Kotakan – Situbondo.
Di balik gemerlap lampu malam, terselip sebuah potret degradasi moral yang sangat tajam,_ Keberadaan seorang wanita Hamil yang diduga masih aktif beroperasi sebagai Pekerja Seks Komersial (PSK).

Sorotan tajam masyarakat kini tertuju pada sebuah wisma milik seorang Mucikari berinisial S. Warga mengecam keras Pembiaran ini, menganggapnya sebagai tindakan biadab yang melampaui batas kemanusiaan.

Bagaimana mungkin seorang wanita yang tengah Mengandung,_ pembawa kehidupan baru,_ justru dipaksa atau membiarkan dirinya terjerumus dalam eksploitasi seksual untuk melayani laki – laki hidung belang ?

“Ini sungguh biadab dan di luar nalar, Di mana fungsi pengawasan pemerintah dan aparat penegak hukum ? Mengapa praktik seperti ini bisa dibiarkan melenggang bebas di depan mata ?” Cetus salah seorang warga yang merasa prihatin dengan kondisi tersebut.

Bukan hanya soal pelanggaran norma, namun kondisi janin dalam kandungan menjadi poin paling memprihatinkan.
Janin yang tidak berdosa itu dipaksa “Menyaksikan” prilaku amoral dari balik rahim sang ibu, terpapar risiko kesehatan yang serius, serta kehilangan hak dasarnya untuk tumbuh dalam lingkungan yang layak.

Kehadiran wanita hamil di lokalisasi GS, ini menjadi tamparan keras bagi fungsi pengawasan di Kabupaten Situbondo.
Publik kini bertanya – tanya ; Apakah regulasi hanya menjadi sebuah ” Macan Kertas” ?
Mengapa bisnis lendir di Desa Kotakan ini seolah kebal hukum, hingga tega mengeksploitasi seorang ibu hamil?

Masyarakat mendesak pihak terkait, mulai dari Satpol PP, Dinas Sosial, hingga pihak Kepolisian, untuk segera turun tangan, menutup celah kebiadaban ini. Jangan biarkan Situbondo di cap sebagai wilayah yang melegalkan perbudakan seksual terhadap wanita hamil. Investigasi menyeluruh terhadap mucikari berinisial S harus segera dilakukan, dan perlindungan terhadap janin serta sang ibu harus menjadi prioritas utama sebelum nasi menjadi bubur.

Negara tidak boleh kalah oleh mucikari, dan kemanusiaan tidak boleh mati di tangan para pemburu nafsu…!!

redaksi

Related Articles