Deteksi Media

Sorot Tajam Ketum LSM Pakar, Proyek “Asal Jadi” Jalur Pantura Situbondo : Baru Ditambal Sudah Hancur, Nyawa Pengendara Jadi Taruhan …!!

Sorot Tajam Ketum LSM Pakar, Proyek “Asal Jadi” Jalur Pantura Situbondo : Baru Ditambal Sudah Hancur, Nyawa Pengendara Jadi Taruhan …!!

 

Bay  –  Deteksi

Situbondo(deteksimedia.id), edisi Selasa, 13 January 2026, Kualitas pekerjaan tambal sulam di sepanjang jalur PANTURA, mulai dari ruas Banyuglugur hingga Situbondo, menuai kecaman keras. Proyek yang diproyeksikan untuk menyambut arus mudik Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025 – 2026 tersebut dinilai gagal total lantaran kondisinya kini kembali rusak parah hanya dalam hitungan hari setelah dikerjakan.

Ketua Umum LSM Pakar Situbondo memberikan “SOROTAN TAJAM” terhadap fenomena ini. Menurutnya, jalan yang seharusnya mulus kini justru dipenuhi lubang baru, bergelombang, dan hancur di berbagai titik. Kondisi ini disebutnya sebagai “Jebakan Maut” bagi pengguna jalan, terutama pengendara roda dua yang melintas pada malam hari harus ekstra hati – hati.

“Ini bukan sekadar perbaikan, ini adalah Pembiaran terhadap bahaya. Dalam hitungan hari, aspal sudah amburadul. Jika dibiarkan, maut mengintai setiap pengendara yang lewat. Jangan sampai nyawa rakyat melayang hanya karena kualitas pekerjaan yang buruk,” tegas Ketum LSM Pakar dengan nada geram.

Senada dengan hal tersebut, Bung Tomo (Sutomo) salah satu tokoh idealis asal Besuki, turut melontarkan kritik pedas. Ia menilai ada indikasi kuat bahwa proyek tersebut dikerjakan asal – asalan tanpa mengedepankan standar kualitas yang mumpuni. Bung Tomo menduga minimnya pengawasan di lapangan menjadi pemicu utama kontraktor ( pelaksana), bekerja “Seadanya”

“Pekerjaan ini terkesan dipaksakan dan hanya mengejar formalitas menjelang Nataru. Bicara kualitas Nol Besar. Kami curiga ada “Main Mata” atau kongkalikong di internal, sehingga pengawasan menjadi tumpul.
Hasilnya ? Uang rakyat terbuang sia – sia untuk jalan yang kembali rusak dalam sekejap,” cetus Bung Tomo.

Menyikapi aroma dugaan penyimpangan tersebut, Gus Sahran, Ketum LSM PAKAR Situbondo, secara resmi mendesak pihak berwenang, terutama Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), maupun Gubernur Jawa Timur, dan Aparat Penegak Hukum lainnya, seperti KPK, Kejaksaan, Kepolisian, untuk segera turun tangan melakukan Audit Investigatif terhadap proyek Tambal Sulam di ruas tersebut.

“Kami meminta BPK, maupun Gubernur Jawa Timur, dan APH lainnya untuk segera mengaudit secara menyeluruh. Penggunaan dana publik harus dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ada oknum tidak bertanggungjawab yang mengambil keuntungan di atas penderitaan dan keselamatan masyarakat pengguna jalan,” pungkas Gus Sahran, Ketum LSM Pakar .

Kini, masyarakat menunggu langkah tegas dari Pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengevaluasi kontraktor / pelaksana, serta pihak Pengawas Jalan Nasional sebelum jatuh korban jiwa di Jalur Tengkorak Pantura Situbondo tersebut.

redaksi

Related Articles