Deteksi Media

Aroma TAK SEDAP di Dapur RSUD : Narasi Panas Pengadaan Gizi Basah – Kering Yang Diduga Terkontaminasi Korupsi “

Aroma TAK SEDAP di Dapur RSUD : Narasi Panas Pengadaan Gizi Basah – Kering Yang Diduga Terkontaminasi Korupsi “

 

Bay-Deteksi

Tapalkuda(deteksimedia.id), – edisi kamis, 25 Desember 2025Di balik dinding RSUD yang megah, tempat asa kesembuhan pasien berlabuh, tersiar kabar tak sedap yang merusak selera makan. Bukan karena masakannya yang hambar, melainkan karena aroma busuk dugaan korupsi yang menguar dari proses pengadaan gizi, baik yang basah maupun yang kering. Ini bukan sekadar cerita fiksi, melainkan desas – desus nyata yang menjadi rahasia umum di kalangan internal dan masyarakat sekitar.

Narasi ini bermula dari proses tender yang Sunyi, minim pesaing, dan sarat akan perusahaan ” KERTAS” yang entah dari mana asalnya. Dokumen pengadaan, yang seharusnya menjadi benteng transparansi, justru menjadi labirin rumit yang hanya bisa dimengerti oleh segelintir orang.

Dugaan permainan harga menjadi BUMBU utama dalam ‘Masakan’ korupsi ini : harga bahan makanan yang di Mark-up gila – gilaan, jauh melampaui harga pasar wajar. Menciptakan selisih keuntungan fantastis yang mengalir ke kantong – kantong pribadi, bukan untuk meningkatkan kualitas asupan gizi pasien.

Bukan hanya itu, ” Gizi Basah” menjadi Medan tempur paling empuk. Kesegaran bahan makanan seringkali dikompromikan. Daging yang seharusnya Fresh, kentang yang mulai bertunas, sayuran yang layu : semua diterima dengan senyuman dan tanda tangan, seolah – olah kualitas tak lagi penting. Sementara ” Gizi Kering’ seperti beras, minyak, dan gula, diduga kuat menjadi objek Mark – down spesifikasi. Beras kualitas medium disulap menjadi premium dalam laporan administrasi. Pengadaan ini bukan lagi soal melayani kesehatan, tapi soal melayani kerakusan.

Ironisnya di tengah dugaan pesta pora pengadaan ini, para pasien tetap disuguhi makanan dengan porsi dan kualitas yang dipertanyakan, seakan menjadi saksi bisu betapa rentannya sistem ini terhadap tindak pidana korupsi. Narasi panas ini adalah seruan kritis akan perlunya audit yang mendalam, bukan sekadar basa – basi administratif. Ini adalah panggilan untuk menuntut akuntabilitas penuh atas setiap Rupiah dana kesehatan yang dikelola. Karena integritas pengadaan gizi cerminan langsung dari kometmen kita terhadap kemanusiaan dan kesehatan masyarakat …!

redaksi

Related Articles