Bay-Deteksi
Situbondo(deteksimedia.id), edisi Senin, 05 Januari 2026, Di sebuah rumah sederhana di Dusun Mera’an Timur, Desa Sumber Pinang – Mlandingan – Situbondo – Jawa Timur, seorang pemuda bernama Wahyudi (26) hanya bisa menghabiskan hari – harinya di atas tempat tidur. Sejak lahir, putra dari pasangan Bapak Mistur dan ibu Jumaini ini harus menjalani hidup dengan keterbatasan fisik yang lumpuh.
Wahyudi di diagnosis menderita komplikasi penyakit saraf sejak bayi, termasuk gangguan saraf motorik, kejang – kejang (stip), hingga polio yang menyebabkan kelumpuhan permanen. Kondisi ini membuat tubuhnya kaku dan sulit digerakkan, sebuah ujian berat yang telah ia jalani selama lebih dari seperempat abad.
Pihak keluarga mengaku telah mengupayakan berbagai cara demi kesembuhan sang anak. Mulai dari pengobatan medis di berbagai fasilitas kesehatan, hingga terapi alternatif telah dilakukan. Namun, keterbatasan biaya dan kondisi penyakit yang sulit disembuhkan secara medis, membuat perjuangan Wahyudi seolah menemui jalan buntu.
“Kami sudah membawa berobat ke mana – mana, namun kondisinya belum menunjukkan perubahan berarti. Sebagai orang tua, kami hanya ingin yang terbaik untuk dia,” ujar pihak keluarga dengan nada penuh harap.
Kini di tengah keterbatasan ekonomi, keluarga Bapak Mistur sangat mengharapkan adanya perhatian dan bantuan dari Pemerintah daerah maupun para dermawan. Kebutuhan pokok sehari – hari, nutrisi khusus, serta bantuan alat kesehatan menjadi harapan utama untuk meringankan beban Wahyudi.
Keluarga berharap pihak Dinas Sosial maupun instansi terkait di Kabupaten Situbondo dapat turun tangan, meninjau langsung kondisi Wahyudi di Dusun Mera’an Timur Desa Sumber Pinang – Mlandingan – Situbondo. Uluran tangan sekecil apa pun akan sangat berarti bagi kelangsungan hidup dan kenyamanan pemuda yang telah berjuang melawan sakitnya sejak lahir ini.




