Deteksi Media

Dugaan Penganiayaan Oleh Siswa SMKN 3 Bondowoso, Begini Tanggapan Pihak Sekolah

Dugaan Penganiayaan Oleh Siswa SMKN 3 Bondowoso, Begini Tanggapan Pihak Sekolah

 

Jup  – Deteksi

Bondowoso, (deteksimedia.id) – Kasus dugaan penganiayaan antarpelajar kembali mencuri perhatian publik Bondowoso. Peristiwa yang melibatkan dua siswa dari sekolah berbeda ini terjadi pada Jumat, 4 November 2025. Insiden bermula dari komunikasi melalui aplikasi WhatsApp antara DN dan HK, yang disebut-sebut memicu ketegangan hingga berujung pada dugaan tindak penganiayaan.

DN diketahui masih aktif sebagai siswa di SMKN 3 Bondowoso. Sementara korban, HK, merupakan pelajar SMAS Islam Nurul Huda Grujugan. Keduanya merupakan pelajar aktif yang tengah menempuh pendidikan, sehingga kasus ini sontak menjadi sorotan masyarakat dan para orang tua.

Wakil Kepala SMKN 3 Bondowoso, Fadly, saat ditemui di ruang kerjanya, mengaku terkejut saat mengetahui kabar tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak sekolah baru mengetahui dugaan penganiayaan itu setelah ramai diberitakan dan diperbincangkan di masyarakat.

“Awalnya saya tidak tahu dengan masalah itu. Setelah masalah itu mencuat baru saya tahu bahwa ada kejadian penganiayaan yang dilakukan DN, siswa di sini yang masih aktif,” ujarnya.

Fadly menegaskan bahwa kejadian tersebut sama sekali tidak terkait dengan kegiatan sekolah maupun aktivitas pembelajaran. Menurutnya, insiden itu terjadi sepenuhnya di luar lingkungan dan jam sekolah.

“Waktu kejadian di luar sekolah. Di luar jam sekolah dan proses itu berlanjut,” jelasnya.

Meski insiden berlangsung di luar aktivitas sekolah, SMKN 3 Bondowoso tetap mengambil langkah cepat. Pihak sekolah merasa perlu merespons agar peristiwa tersebut tidak berdampak pada suasana belajar serta nama baik institusi pendidikan.

“Setelah itu kami panggil orang tua si DN ke sekolah,” ungkap Fadly. Ia menambahkan bahwa langkah pemanggilan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab sekolah untuk memastikan adanya komunikasi yang jelas antara pihak sekolah dan keluarga.

Hingga kini, Fadly mengaku belum mendapat informasi detail mengenai proses hukum yang sedang berjalan. Ia menegaskan bahwa penanganan sepenuhnya berada pada aparat kepolisian yang menangani laporan tersebut.

“Dan untuk yang diproses secara hukum, sejauh mana saya belum tahu,” pungkasnya.

Kasus ini masih terus bergulir dan menunggu tindak lanjut dari pihak berwajib. Sementara itu, masyarakat berharap insiden serupa tidak kembali terjadi, mengingat pentingnya menjaga keamanan dan lingkungan pendidikan yang kondusif bagi para pelajar. (JUP).

redaksi

Related Articles