Rusdi – Deteksi
Madiun, (deteksimedia.id) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) mengambil langkah proaktif untuk menstabilkan harga bahan pokok di wilayah Madiun. Upaya ini dilakukan menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru 2025/2026).
Langkah strategis tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan pasar murah yang masif di Kabupaten Madiun.
Kegiatan pasar murah ini bertujuan utama untuk menjaga stabilitas harga komoditas esensial. Selain itu, inisiatif ini juga berupaya melindungi daya beli masyarakat agar tetap terjaga. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung meninjau pelaksanaan pasar murah tersebut.
Pasar murah yang digelar di Desa Mojopurno, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun ini merupakan kegiatan ke-293 dari Pemprov Jatim. Acara ini menjadi bagian dari program komplementer yang memperkuat upaya stabilisasi harga pangan. Program serupa juga telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten/kota di seluruh Jawa Timur.
Upaya Komplementer untuk Stabilisasi Harga Pangan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa pasar murah ini merupakan bentuk komplementaritas program. Program ini bersinergi dengan inisiatif yang dijalankan oleh seluruh bupati dan wali kota. Tujuannya adalah untuk penguatan daya beli masyarakat secara menyeluruh.
Selain itu, pasar murah juga bertujuan memperluas jangkauan bahan pokok murah bagi warga. Hal ini menjadi sangat krusial, terutama menjelang perayaan besar seperti Natal dan Tahun Baru. Intervensi ini diharapkan mampu meredam potensi kenaikan harga.
Menurut Khofifah, periode menjelang Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 akan berlanjut ke Ramadhan dan Idul Fitri 2026. Oleh karena itu, diperlukan intervensi ekstra dari pemerintah. Langkah ini penting untuk mengantisipasi lonjakan permintaan sembako agar tidak berdampak pada kenaikan harga yang signifikan.
Aneka Komoditas Harga Terjangkau dan Dukungan UMKM Lokal
Pasar murah di Madiun ini menawarkan berbagai bahan kebutuhan pokok dengan harga yang lebih rendah. Harga yang ditawarkan berada di bawah harga pasar sekitar, sehingga sangat diminati oleh warga. Antusiasme masyarakat desa setempat terlihat sangat tinggi dalam mengikuti kegiatan ini.
Komoditas yang tersedia meliputi beras premium seharga Rp14.000 per kilogram atau Rp70.000 per sak. Ada juga beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak 5 ton dengan harga Rp11.000 per kilogram atau Rp55.000 per sak. Selain itu, gula pasir dijual Rp14.000 per kilogram dan MinyaKita Rp13.000 per liter.
Berbagai kebutuhan dapur lainnya juga tersedia dengan harga menarik. Telur ayam ras dibanderol Rp22.000 per pak, bawang merah Rp7.000 per 250 gram, dan bawang putih Rp6.000 per 250 gram. Tepung terigu dijual Rp10.000 per kilogram, serta daging ayam ras Rp30.000 per pak. Selain sembako, kegiatan ini juga dimanfaatkan Pemprov Jatim untuk memberi ruang bagi pelaku UMKM lokal. Produk-produk UMKM dikurasi untuk berkesempatan mengikuti Misi Dagang Pemprov Jatim ke berbagai daerah.
Sumber: AntaraNews
Editor : Redaksi




