Deteksi Media

GIZI di UJUNG TANDUK : Menu MBG SDN 2 Suboh Dipertanyakan” +++++

GIZI di UJUNG TANDUK : Menu MBG SDN 2 Suboh Dipertanyakan” +++++

Bay/Taufik – deteksi

Situbondo(deteksimedia.id) edisi Rabu, 25 February 2026,___ Suboh __ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang – gadang menjadi tonggak peningkatan kualitas SDM Indonesia kini menuai kritik tajam di tingkat tapak. Di SDN 2 Suboh – Situbondo, distribusi menu pada Selasa (24/2/2026) dinilai jauh dari kata “Bergizi” dan terkesan sekadar syarat administratif.

Pantauan di lapangan menunjukkan perbedaan porsi yang sangat minim bagi siswa. Untuk kelas kecil, satu paket makanan hanya berisi sebutir telor, sepotong roti, dan satu buah manggis. Mirisnya, bagi siswa kelas besar, tambahan “Kemewahan” hanya berupa satu kemasan abon.

Menu kering yang dibagikan selama bulan Ramadhan ini dianggap mengabaikan prinsip gizi seimbang, minus protein nabati dan sayuran, yang seharusnya menjadi standar wajib menurut Badan Gizi Nasional.

Ironisnya, dapur produksi yang dikelola oleh SPPG Yayasan Al – Furqon Pejagan Bondowoso, beralamat di Buduan – Suboh – Situbondo, ini seharusnya di awasi oleh tenaga ahli gizi kompeten. Muncul pertanyaan besar : apakah rancangan menu minimalis ini telah melalui uji kompetensi Gizi, ataukah hanya siasat menekan biaya di tengah anggaran porsi yang sudah ditentukan negara?

“Bukankah di SPPG sudah ada ahli gizi? Mengapa karbohidrat dan mikronutrien penting lainnya seolah dipangkas?” Keluh wali murid yang enggan disebut namanya. Tanpa pengawasan ketat dari Dinas Kesehatan Situbondo dan satgas MBG, program triliunan rupiah ini terancam hanya menjadi pembagi makanan “pengganjal perut”, bukan pemenuhan gizi generasi bangsa.

ANALISIS STANDAR GIZI

Berdasarkan Petunjuk Teknis (Juknis) Badan Gizi Nasional (BGN), menu yang ada tersebut (1 telur, 1 roti, 1 manggis) dinilai sangat minim dan berpotensi tidak memenuhi standar gizi seimbang karena alasan berikut :

* Kekurangan Komponen : Menu MBG wajib menerapkan prinsip gizi seimbang yang terdiri dari karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayur, dan buah. Dalam menu tersebut, unsur protein nabati dan sayur tampak absen.

* Standar Protein: Juknis menetapkan target 15 – 20 gram protein per porsi. Satu butir telur ayam hanya mengandung sekitar 6 – 7 gram protein, sehingga masih jauh dari standar minimal jika tidak ditambah sumber protein lain.

* Karbohidrat : Penggunaan roti sebagai pengganti nasi / sumber karbohidrat utama dalam porsi kecil mungkin lazim untuk menu kering Ramadhan, namun variasi dan kecukupan energinya harus tetap dipastikan oleh ahli gizi .

* Pembedaan Porsi : Standar porsi kecil (SD kelas 1-3) dianggarkan sekitar Rp 8000, sementara porsi besar ( SD kelas 4 – 6) dianggarkan Rp 10.000. Penambahan “Satu set abon” untuk porsi besar dinilai terlalu sederhana untuk selisih anggaran tersebut.

Unsur Pengawasan dan Kompetensi

Operasional SPPG (satuan pelayanan pemenuhan gizi ) Suboh berada dibawah naungan Yayasan Al – Furqon Pejagan Bondowoso yang berlokasi di Buduan – Suboh.

* Ahli Gizi : Setiap SPPG diwajibkan memiliki ahli gizi bersertifikasi untuk merancang menu. Jika menu yang dihasilkan terbukti tidak seimbang, kompetensi atau penerapan standar oleh tenaga ahli di satuan tersebut patut dipertanyakan.

* Pengawasan : Secara berkala, Pemerintah Kabupaten Situbondo melalui Dinas Kesehatan seharusnya memantau kualitas gizi dan kebersihan di dapur SPPG .

Editor  : Redaksi

redaksi

Related Articles