Bay — Deteksi
Situbondo, deteksimedia.id, __ Jagat Maya, khususnya grup WhatsAap ‘Forum Diskusi Situbondo’ (FDS), mendadak riuh. Pemicunya bukan sekadar rilis berita bertajuk “GURIH MANIS MUTASI GURU” yang dilansir salah satu media online, melainkan respon “Panas” dari orang nomor satu di Situbondo yang menantang pembuktian atas dugaan praktik Lancung tersebut.
Isu yang beredar menyebutkan bahwa kenyamanan mutasi di lingkungan pendidikan Situbondo pada tahun 2025 tidaklah gratis. Angka fantastis pun mencuat ; Guru Garis Depan (GGD), yang ingin mutasi keluar daerah diduga harus merogoh kocek Rp. 40 juta hingga Rp.50 juta. Sementara itu, bagi guru PPPK yang ingin pindah ke sekolah yang lebih dekat dengan domisili, yang jumlahnya ditaksir mencapai 300 orang, diduga dipatok tarif Rp.3 juta hingga Rp.4 juta per orang.
Namun, alih – ahli mereda, tensi diskusi justru memuncak ketika orang nomor satu di Situbondo merespon isu tersebut dengan sebuah “Hadiah”. Beliau akan memberikan hadiah bagi siapa pun yang bisa membongkar dan membuktikan adanya indikasi KKN dalam proses mutasi guru tersebut dengan iming – iming Uang tunai sebesar Rp.5 juta.
Retorika atau Kometmen ?
Langkah orang orang nomor satu di Situbondo ini seolah memicu perdebatan baru.
Di satu sisi, ini dilihat sebagai bentuk transparansi dan ketegasan bahwa pemerintah tidak main – main dengan isu pungli. Namun di sisi lain, publik juga mempertanyakan _ apakah hadiah Rp.5 juta sebanding dengan risiko yang dihadapi seorang Whistleblower untuk membongkar dugaan permainan yang nilainya mencapai puluhan juta rupiah per orang ?
Ini tentu bukan soal nilai hadiahnya, tapi soal keberanian mengungkap sistem yang memang diduga kuat sudah mengakar dari sebelumnya. Jika benar ada 300 guru PPPK yang membayar, maka ini adalah lingkaran besar.
MENANTI NYALI PUBLIK
Narasi “Gurih Manis” ini menjadi ujian integritas bagi birokrasi di Situbondo pada awal 2026 ini. Jika benar mutasi menjadi ajang bisnis, maka dunia pendidikan kita sedang digadaikan. Namun, jika ini hanya Isapan Jempol, maka Hadiah yang seolah sayembara Orang nomor satu di Situbondo adalah TAMPARAN KERAS bagi PENYEBAR HOAKs.
Kini bola panas ada di tangan publik, Akankah ada sosok pemberani yang muncul membawa bukti otentik demi uang tunai 5 juta, dan bersihnya Marwah pendidikan Situbondo ?
Ataukah kabar ini akan menguap begitu saja seperti aroma “GURIH” yang hilang tertiup angin ?
Kami, akan terus mengawal dinamika ini, bukan sekadar pada isi beritanya, melainkan pada sejauh mana kometmen pemberantasan KKN di Bumi Shalawat Nariyah benar – benar ditegakkan, bukan sekadar Gimik di grup percakapan.




