M.Zainuddin – Deteksi
Bondowoso,(deteksimedia.id) – Jelang Hakordia 9/12/2025, Sangat krusial,banyak opini media massa di Indonesia dalam menyikapi Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) umumnya mencerminkan sentimen kritis, menyoroti kegagalan kolektif dalam pemberantasan korupsi, serta menekankan pentingnya komitmen politik dan reformasi hukum yang nyata. 8/12/2025.
Dalam rangkuman opini dan pandangan utama media: Peringatan yang Dianggap Ilusi/mimpi; Beberapa opini media menyebutkan, peringatan Hakordia sering kali terasa seperti “ilusi” atau sekadar acara seremonial tahunan tanpa dampak signifikan terhadap penurunan angka korupsi yang masif di Indonesia. Media menuntut tindakan konkret, bukan hanya slogan atau spanduk dari para penegak hukum .
Sorotan terhadap Indeks Persepsi Korupsi (IPK): Media sering menggunakan data dari lembaga seperti Transparency International untuk menyoroti stagnasi atau penurunan skor IPK Indonesia, yang menunjukkan perjuangan keras negara dalam melawan korupsi. Hal ini menjadi bahan bakar bagi artikel opini yang menuntut perbaikan sistematis secara menyeluruh.
Pentingnya Independensi Lembaga Anti-Korupsi: Banyak tulisan opini menekankan pentingnya menjaga independensi para penegak hukum. Pakar dan masyarakat sipil melalui media menyuarakan kekhawatiran tentang upaya-upaya yang melemahkan pelaksana hukum baik Kejaksaan maupun KPK dan menekankan kembali peran vital lembaga tersebut sebagai garda terdepan pemberantasan korupsi yang ada di daerah serta pusat.
Media memposisikan diri sebagai “penjaga kejujuran” dan platform untuk menyuarakan pengalaman korban korupsi. Opini-opini ini mendorong peran” Jurnalisme Investigasi yang kuat untuk mengungkap kasus-kasus korupsi dan meminta pertanggungjawaban para oknum pelaku.
Pentingnya Edukasi Anti-Korupsi: Terdapat juga opini yang fokus pada solusi jangka panjang, menyoroti urgensi penanaman nilai-nilai anti-korupsi (kejujuran, disiplin, tanggung jawab) sejak dini, terutama di kalangan generasi muda, untuk menciptakan agen perubahan di masa depan.
Korupsi sebagai “Musuh Bersama”: Secara umum, media sepakat bahwa korupsi adalah kejahatan luar biasa, parasit masyarakat, dan musuh bersama yang merusak kepercayaan publik serta menghambat pembangunan nasional.
Secara keseluruhan, opini media Indonesia terhadap Hakordia bersifat reflektif dan menuntut adanya orkestrasi trias koruptika—komitmen politik, reformasi hukum, dan perubahan kultur—untuk memastikan peringatan ini memiliki makna nyata dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.




