M.Yasak – Deteksi
JEMBER (deteksimedia.id) – Penyaluran bantuan KJJT Wilayah Jember di kawasan Ajung dan Gumuk Bago Tegal Besar menjadi momentum kritik terhadap pemerataan bantuan pemerintah. Dalam kegiatan yang berlangsung Jumat (16/01/2026) tersebut,
Pengurus KJJT menemukan fakta lapangan mengenai warga yang tinggal Dan tidak kayak huni masih banyak dan belum terjangkau oleh pemerintah tersebut’
Humas KJJT Jember, Togas Iriyanto, bersama Yayan serta anggota lainya, turun langsung mendistribusikan bantuan paket beras, mie instan, dan minyak goreng. Namun, fokus mereka tertuju pada kondisi salah satu rumah di Gumuk Bago Tegal Besar yang kondisinya sangat memprihatinkan dan luput dari perhatian instansi terkait.
“Ini menjadi PR bagi pemerintah untuk benar-benar memperhatikan orang-orang yang betul-betul butuh bantuan.
Kami Team Kjjt JEMBER turun ke lapangan dan melihat sendiri masih ada warga yang luput dari jangkauan program pemerintah,” ujar Togas Dan Rekanan di sela-sela kegiatan.
Senada dengan Togas, Dan Yayan juga menyoroti pentingnya akurasi data penerima bantuan. Menurutnya, setiap bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan harus benar-benar terarah dan pada pemanfaatnya.
“Pemerintah harus lebih jeli. Jangan sampai bantuan salah sasaran. Kami di KJJT berharap pemerintah segera mengulurkan tangan untuk membantu perbaikan rumah warga yang tidak layak huni ini agar mereka bisa hidup dengan lebih manusiawi,” ucap Yayan.
KJJT Jember berkomitmen untuk terus mengawal isu sosial seperti ini.
Selain menjalankan fungsi kemanusiaan dengan berbagi sembako,peran ini juga menjalankan jurnalistiknya dalam menyuarakan aspirasi warga yang belum tersentuh kebijakan dari pemerintah.
Diharapkan dengan adanya aksi ini, pihak berwenang segera menindaklanjuti temuan di Gumuk Bago agar program bedah rumah maupun bansos ke depannya lebih tepat sasaran dan lebih diperhatikan.




