Umar – Deteksi
Bondowoso, (deteksimedia.id) – Lapas Kelas IIB Bondowoso, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur, kini memiliki motif batik cap terbaru yang mengusung tema pemasyarakatan dan muatan lokal daerah. Motif ini menjadi identitas baru dalam pengembangan produk pembinaan kemandirian warga binaan.
Motif batik cap tersebut menampilkan kombinasi gambar penjara sebagai simbol lembaga pemasyarakatan, serta kopi dan tape yang merepresentasikan kekhasan Kabupaten Bondowoso. Perpaduan unsur tersebut memberikan ciri tersendiri yang membedakan batik Lapas Bondowoso dengan batik daerah lainnya.
Pengembangan motif batik cap ini merupakan bagian dari inovasi pembinaan yang terus dilakukan.
Saat ini, motif baru tersebut mulai disesuaikan dan diuji coba untuk diimplementasikan dalam proses produksi batik cap di Lapas Bondowoso.
Kasubsi Giatja Lapas Bondowoso, Denny Duwijaya, menyampaikan bahwa kehadiran motif batik cap sendiri menjadi langkah penting dalam memperkuat identitas produk pembinaan.
Ia menjelaskan bahwa motif tersebut mencerminkan muatan lokal Bondowoso yang dikombinasikan dengan unsur pemasyarakatan.
Menurutnya, pengembangan motif batik ini juga bertujuan untuk meningkatkan nilai jual serta daya saing produk batik hasil karya warga binaan. Dengan memiliki motif khas, batik cap Lapas Bondowoso diharapkan mampu dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Ke depan, motif batik cap dengan tema lapas dan muatan lokal ini diharapkan dapat memberikan warna baru dalam perkembangan batik di Bondowoso. Selain sebagai sarana pembinaan, inovasi ini juga menjadi wujud kontribusi Lapas Bondowoso dalam melestarikan budaya daerah.(*)




