Deteksi Media

Memasuki Akhir Tahun 2025, Proyek Jln Khairil Anwar Kelurahan Badean Kecamatan Bondowoso Tak Kunjung Di gelar.

Memasuki Akhir Tahun 2025, Proyek Jln Khairil Anwar Kelurahan Badean Kecamatan Bondowoso Tak Kunjung Di gelar.

 

Redaksi – Deteksi

Bondowoso.(deteksimedia.id) – Di penghujung Tahun Anggaran 2025, publik menyoroti sejumlah ruas jalan yang hingga kini belum juga di laksanakan seperti ruas jalan Khairil Anwar dengan pemenang lelangnya ( PL ) adalah CV Surya Utama dengan nilai kontrak sebesar Rp. 198.094.000.00 ( DBHCHT ).

Lalu muncul Praduga nakal, kalau proyeknya mangkrak, uangnya kemana? Nah, di sinilah kisahnya makin menarik. Kalau proyek belum jalan, artinya ada dugaan anggaran belum dibelanjakan. Selama uang itu masih nongkrong di rekening kas daerah (RKD), maka bunga tetap berjalan. Betul, proyeknya mandek tapi uangnya tetap rajin bekerja! Coba hitung, kalau Rp. 198.094.000.00 dibiarkan diam tiga bulan dengan bunga 4% hasilnya Uang diam pun bisa lebih produktif dari pekerja lembur. Ini baru satu titik kegiatan kontruksi jalan padahal masih banyak lagi proyek proyek yg sampai hari ini tanggal 28 Desember 2025 belum kelar – kelar.Begitu ungkapan dari salah satu aktifis Pemerhati kebijakan publik di Bondowoso

Seperti yang di sampaikan oleh DPC JPKPN Bondowoso, Kordinator Bidang dan investigasi M.Zainuddin kepada media ini ” Secara aturan, bunga itu memang seharusnya masuk ke kas daerah sebagai pendapatan resmi. Tapi kita semua tahu, antara teori dan praktik sering ada pemisah yang dalam dari lubang jalan kabupaten. Ada daerah yang mencatatnya dengan jujur, tapi ada juga yang membuat bunga itu seolah tumbuh di taman rahasia tanpa penjaga. Maka tak heran bila
laporan keuangan tetap berkilau, sebab sampai perhari ini aspal belum juga digelar, dan pada akhirnya rekening pemerintah daerah sudah molai berbunga ria”. Pungkasnya.

Selebihnya muncul dugaan “ada kelalaian dalam tahap perencanaan”.Pihak lembaga berupaya mengkonfirmasi Plt Kepala Dinas BSBK melalui pesan singkat WhatsApp,pihaknya menyampaikan”,bahwa keterlambatan terjadi akibat dari bahan yang akan dipakai(Hotmix)harus antri mas”pungkasnya singkat.

“Uang rakyat seharusnya bekerja untuk rakyat. Bukan tidur di bank demi menumbuhkan bunga yang hanya harum di ruang kekuasaan. Pembangunan sejati tidak lahir dari angka serapan di akhir tahun, tapi dari niat tulus menggerakkan kesejahteraan sejak awal anggaran turun”.

redaksi

Related Articles