Deteksi Media

Mengakhiri DRAMA Serapan Anggaran di Akhir Tahun

Mengakhiri DRAMA Serapan Anggaran di Akhir Tahun

 

Bay-Deteksi

Situbondo,(deteksimedia.id),-  edisi, kamis 25 Desember 2025,Tata kelola penyerapan anggaran di akhir tahun seringkali menghadapi dilema klasik antara Akselerasi Belanja dan Kualitas Implementasi. Secara spesifik, Opininya adalah sebagai berikut :

* Aspek Tata Kelola : Tata kelola di akhir tahun seringkali menunjukkan tanda – tanda “Panik Belanja” atau Moral Hazard. Tekanan untuk mencapai target persentase penyerapan yang tinggi, yang seringkali dijadikan indikator kinerja utama, dapat mengarah pada pengabaian prosedur pengadaan yang hati – hati, tergesa – gesa dalam pencairan dana, atau bahkan potensi pemborosan. Tata kelola yang baik seharusnya menekankan Kualitas Belanja _ apakah dana tersebut benar – benar menghasilkan manfaat yang direncanakan _ bukan sekadar Kuantitas dana yang berhasil dibelanjakan. Siklus ini berulang setiap tahun, menunjukkan perlunya reformasi perencanaan anggaran yang lebih baik sejak awal tahun Fiskal

* Aspek Laporan Penyerapan: Laporan Penyerapan anggaran diakhir tahun, meskipun secara formal memenuhi kepatuhan administratif, seringkali Kurang Mencerminkan Outcome Riil. Laporan tersebut mungkin menunjukkan angka penyerapan 95 % atau lebih tinggi, namun gagal menangkap Efisiensi dan Efektivitas penggunaan Dana tersebut. Laporan seringkali bersifat Output – Sentris ( berapa banyak barang/jasa yang dibeli), bukan Outcome – Sentris (apa dampak nyata dari belanja tersebut bagi masyarakat). Transparansi laporan seringkali terbatas pada angka – angka finansial dan kurang menyajikan narasi Substantif tentang pencapaian Program.

Kesimpulan Singkatnya ; Opini ini berpendapat bahwa focus yang berlebihan pada target penyerapan persentase di akhir tahun seringkali menjadi Penghalang bagi tata kelola yang optimal dan menghasilkan laporan yang, meski akurat secara financial, namun MISKIN MAKNA DALAM HAL AKUNTABILITAS KINERJA. Reformasi nyata memerlukan pergeseran Paradigma dari Spending (membelanjakan) menjadi Delivering (memberikan hasil nyata) ….

redaksi

Related Articles