M.Zainuddin
Bondowoso, Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-54 tahun 2025 , Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) pada 29 November 2025, Dewan Pengurus KORPRI Bondowoso masa bhakti 2025-2030 telah resmi dikukuhkan. Pengukuhan Pengurus KORPRI ini dipimpin ketua yang baru, Fathur Rozi yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso.
Pengukuhan pengurus KORPRI berlangsung di Pendopo Bupati Raden Bagus Asra Bondowoso. Dipimpin langsung oleh Wakil Ketua IV Dewan Pengurus KORPRI Jawa Timur ( Jumadi ) dengan didampingi Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid sebagai penasihat KORPRI Bondowoso.
Ketua Dewan Pengurus KORPRI Bondowoso masa bhakti 2025-2030, Fathur Rozi usai dikukuhkan menegaskan komitmennya membawa semangat transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan organisasi ASN di lingkungan Pemkab Bondowoso tersebut.
“Artinya, pengelolaan dana iuran anggota KORPRI Bondowoso harus bersih, transparan, dan penggunaannya harus bisa dipertanggungjawabkan kepada seluruh ASN Pemkab Bondowoso,” tegas Fathur Rozi, Jumat 14 November 2025.
Mantan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo itu mengatakan, pengurus KORPRI baru yang dipimpinnya belum menerima berita acara serah terima laporan keuangan dari pengurus KORPRI lama. Karena, pengurus KORPRI lama sudah tidak ada dan tak mungkin dilakukan serah terima laporan keuangan.
“Kendati begitu, kami memastikan saldo keuangan KORPRI Bondowoso tidak kosong dan ada sekitar Rp800 jutaan. Kedepan sistem pembayaran iuran anggota KORPRI akan non tunai dan fokus untuk peningkatan kesejahteraan ASN serta kegiatan KORPRI sesuai aturan,” kata Fathur Rozi.
Disamping itu, Wakil Ketua IV Dewan Pengurus KORPRI Jatim, Jumadi menjelaskan” KORPRI merupakan organisasi ASN yang memiliki potensi besar memperkuat SDM dan mendorong akselerasi pembangunan daerah.
“Untuk itu, pentingnya sinergi KORPRI Bondowoso dengan KORPRI Jawa Timur. Sinergi ini diharapkan mendorong pertumbuhan dan ketangguhan daerah menghadapi tantangan ekonomi global dan pembangunan berkelanjutan,” jelasnya.
Dikesempatan itu pula Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid mengatakan, ” KORPRI sebagai organisasi ASN harus menjadi penggerak reformasi birokrasi dan penguat semangat kolaborasi di lingkungan Pemkab. Karena itu, anggota KORPRI harus mampu menempatkan diri bukan sekadar pelaksana kebijakan, tapi juga pelayan masyarakat yang empati, akseleratif, dan solusi yang nyata”. Ungkapnya.




