Bambang Yek – Deteksi
JEMBER,(deteksimedua.id) – 07 JUNI 2026, Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) ke-30 Tahun 2026 di Alun-alun Jember, Sabtu 06 Juni 2026, tidak hanya menjadi ajang silaturahmi dan kebugaran bagi para lansia. Kegiatan ini juga menghadirkan dampak ekonomi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember menyiapkan 25 tenda untuk mendukung pelaksanaan kegiatan. Tenda tersebut ditempati puluhan pelaku UMKM yang menawarkan beragam produk kuliner dan olahan lokal kepada ribuan peserta yang memadati lokasi acara.
Fungsional Pengawas Koperasi Ahli Muda Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Kabupaten Jember, Dian Ika S., S.E., mengatakan tenda-tenda tersebut diisi oleh UMKM binaan dinas serta kelompok usaha yang tergabung dalam Forum Komunikasi Karang Wreda (FKKW).
“Jumlah tenda untuk mendukung acara HLUN 2026 sebanyak 25 unit. Sebanyak 12 tenda diisi UMKM binaan Dinas Koperasi, sedangkan 14 lainnya ditempati UMKM anggota Forum Komunikasi Karang Wreda binaan Dinsos PPPA,” ujarnya.
Kehadiran stand UMKM mendapat sambutan hangat dari para peserta.
Salah satu yang ramai dikunjungi adalah stand Karang Wreda Bungur Indah FKKW Patrang binaan Lilis yang menjual aneka jajanan tradisional, seperti getuk, gatot, ongol-ongol, dan dawet.
Menurut Dian, setelah kegiatan senam selesai, para peserta langsung memadati stand tersebut hingga hampir seluruh dagangan habis terjual.
“Setelah senam selesai, ibu-ibu langsung mendatangi stand. Tidak lama kemudian dagangan hampir habis, hanya tersisa beberapa bungkus gatot,” katanya.
Hal serupa dialami Narti, anggota FKKW Kramat Jaya, Kelurahan Keranjingan, Kecamatan Sumbersari. Ia mengaku seluruh bumbu pecel dan nasi bungkus yang dijualnya ludes terjual sebelum acara berakhir.
Sementara itu, Kepala Bidang Perlindungan Anak Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Jember sekaligus Koordinator Seksi UMKM HLUN 2026, Sugeng Riyadi, S.E., menilai pelibatan UMKM dalam kegiatan tersebut memberikan manfaat ganda.
Selain memudahkan hampir 5.000 peserta lansia memperoleh makanan dan minuman selama kegiatan berlangsung, kehadiran UMKM juga menjadi sarana promosi bagi produk-produk unggulan daerah.
“Kegiatan ini menjadi media yang efektif untuk memperkenalkan produk unggulan Jember, mulai dari makanan tradisional, minuman lokal hingga produk ekonomi kreatif. Di sisi lain, pelibatan UMKM juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat secara nyata,” ujar Sugeng.
Ia berharap keterlibatan UMKM kuliner dan ekonomi kreatif dapat terus menjadi bagian penting dalam setiap kegiatan pemerintah daerah.
Tak hanya produk makanan tradisional, berbagai minuman dan olahan lokal juga mencatat penjualan yang menggembirakan. UMKM FKKW Jenggawah dari Kelompok Indah Sari bersama FKKW Dewi Sartika Pemali Kaliwates menawarkan susu kedelai, minuman cokelat, donat, kopi bubuk khas Jember, abon, hingga kue pisang.
Produk-produk tersebut turut menjadi favorit pengunjung dan habis terjual selama kegiatan berlangsung.
Kesuksesan pelibatan UMKM dalam peringatan HLUN 2026 menunjukkan sinergi antara Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan bersama Dinsos PPPA Kabupaten Jember dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat, termasuk dari kalangan lansia. (*)




