Bay/Taufik-Deteksi
Situbondo(deteksi.id), edisi minggu 11 January 2026, __ Aroma tak sedap dugaan praktik “Tambal Sulam” proyek di jalur PANTURA SITUBONDO terkuak pasca NATARU 2025 – 2026, Alih – alih memberikan keamanan bagi pengendara, perbaikan jalan Nasional ruas Banyuglugur hingga Situbondo kota yang menelan dana publik tak sedikit itu, kini Kembali rusak parah hanya dalam hitungan hari.
Pantauan di lapangan pada hari Sabtu (10/1/2026), menunjukkan kondisi memprihatinkan,_ jalan kembali bergelombang, berlobang, hancur, dan sangat membahayakan, terutama bagi pengendara roda dua. Dugaan kuat mengarah pada pelaksanaan proyek yang hanya “Kejar Target” demi kelancaran arus mudik, bukan “Kejar Kualitas” sesuai spesifikasi teknis.
Indikasi Proyek “SILUMAN” dan Kualitas Hotmix Diduga Rendah
Kejanggalan proyek semakin mencolok dengan tidak adanya papan proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan rehabilitasi. Ketiadaan transparansi ini memunculkan pertanyaan besar mengenai anggaran dan rincian pekerjaan, menguatkan dugaan adanya proyek “SILUMAN”
Menurut informasi dari pelaksana di lapangan, proyek rehabilitasi ini direncanakan membentang hingga Situbondo kota. Namun, kondisi Aspal yang cepat hancur mengindikasikan penggunaan Hotmix berkualitas rendah, juga pengerjaan diduga kuat tidak sesuai standar kontruksi, dan diperparah oleh lemahnya pengawasan insternal dari pihak terkait.
Tuntutan Masyarakat ; Audit Investigasi BPK ,
Masyarakat pengguna jalan yang dirugikan oleh kondisi ini menuntut pertanggungjawaban serius, Mengingat dana yang digunakan berasal dari APBN (DANA PUBLIK) yang jumlahnya tentu tidak sedikit, desakan agar pihak berwenang turun tangan semakin menguat.
Harapan ini tertumpu pada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) atau lembaga terkait lainnya untuk segera melakukan Audit Investigasi menyeluruh.
Transparansi dan akuntabilitas mutlak sangat diperlukan untuk membongkar dugaan penyelewengan dalam proyek yang mengorbankan keselamatan nyawa pengguna jalan ini, Sebelumnya, kasus korupsi proyek di Situbondo, yang menjerat sejumlah pihak, juga sudah ditangani oleh KPK.




