Deteksi Media

Sorot Ekonomi ; KDMP Situbondo, MOTOR PENGGERAK atau SEKADAR WACANA ?

Sorot Ekonomi ; KDMP Situbondo, MOTOR PENGGERAK atau SEKADAR WACANA ?

 

Bay-Deteksi

Situbondo(deteksimedia.id) edisi Selasa, 13 January 2026, – Kehadiran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di 136 desa dan kelurahan di Situbondo digadang – gadang sebagai tonggak baru kemandirian ekonomi rakyat. Namun, pertanyaan krusial muncul, _ kapan operasional merata ini benar – benar terwujud, dan mampukah KDMP menjadi Magnet ekonomi yang mengubah nasib masyarakat lokal, atau hanya proyek ambisius tanpa dampak signifikan?

Target Operasional vs. Realitas Lapangan

Secara nasional, pemerintah menargetkan 80% dari total KDMP beroperasi penuh pada 28 Oktober 2025.
Di Situbondo sendiri, pembentukan kelembagaan sudah rampung. Namun “Beroperasi” bukan sekadar seremoni. KDMP diminta untuk menyesuaikan diri dengan potensi desa masing – masing agar efektif dan berkelanjutan.

Pemkab Situbondo mendorong agar koperasi yang sudah ada mulai mengelola unit usaha sebelum KDMP resmi berjalan, menekankan pentingnya menyamakan persepsi bisnis sesuai potensi lokal, bukan sekadar menunggu modal Rp. 3 milliardl hingga Rp. 5 milliar per unit yang dijanjikan melalui skema pinjaman produktif. Kesenjangan antara target nasional dan kesiapan di tingkat desa ini menjadi titik kritis yang menentukan, kapan pemerataan operasional benar – benar terjadi ?

MAGNET EKONOMI atau ANCAMAN BARU ?

Optimisme, bahwa KDMP akan menjadi Pilar Ekonomi desa sangat tinggi.
Manfaat yang dijanjikan mencakup pemotongan rantai pasok, pemberantasan tengkulak dan rentenir, penyediaan sembako murah, akses layanan keuangan (simpan pinjam bunga rendah), hingga pangkalan resmi LPG dan Bank pupuk. Jika berhasil, KDMP berpotensi besar menciptakan sentra – sentra ekonomi baru dan lapangan kerja di Situbondo.

Namun, ekonom dan pengamat juga mengingatkan adanya peluang dan ancaman. Keberadaan KDMP tidak boleh sampai berbenturan dengan unit usaha yang sudah eksis, seperti Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).
Keberlanjutan program ini sangat bergantung pada pengelolaan yang profesional dan kemampuan berkolaborasi, bukan semata – mata mengandalkan suntikan modal awal.

Situbondo kini berada di persimpangan jalan,_ antara mewujudkan harapan besar kemandirian ekonomi melalui gerakan kerakyatan ini, atau menghadapi tantangan operasional yang bisa meredupkan potensi KDMP menjadi sekadar catatan administratif.
Mata publik akan terus mengawasi realisasi janji manis ini …!!

redaksi

Related Articles