Bay – Deteksi
Situbondo,(deteksimedia.id), edisi, 24 Desember 2025 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai Pro – Contra, dimana sisi Pro menekankan pada tujuan mulia peningkatan gizi anak Bangsa.
Sementara Contra menyoroti resiko Korupsi Sistemik akibat tata kelola buruk. Kurangnya regulasi, serta berbagai dugaan seperti konflik kepentingan, transparansi lemah dalam pengadaan, hingga Dugaan Mark-Up dan kualitas makanan yang disuguhkan meragukan, yang bisa merugikan anggaran negara dan kualitas dari program itu sendiri.
Sisi Pro (Dukungan dan Manfaat)
* Tujuan Strategis: MBG dipandang sebagai investasi penting untuk masa depan bangsa melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dengan memastikan anak – anak tumbuh sehat dan cerdas.
* Penggerak Ekonomi Lokal: Program ini disebut juga menggerakkan ekonomi daerah dengan melibatkan penyedia pangan lokal.
Sisi Contra (Kritik dan Resiko Korupsi)
* Tata Kelola Buruk: pengelolaan dinilai buruk dengan dugaan banyaknya Aktor Politik dan Kekuasaan terlibat, serta kurangnya standart Operasional yang jelas.
* Kurangnya Regulasi: Pelaksanaan masih mengandalkan petunjuk tehnis internal tanpa peraturan Preseden yang kuat, menciptakan ketidakjelasan hukum dan koordinasi
* Konflik Kepentingan: penunjukkan mitra pelaksana (SPPG) dianggap tidak transparan dan sering terafiliasi dengan aktor politik atau lembaga lainnya
* Pengadaan Barang & Jasa (PBJ) tidak mengindahkan prinsip transparansi, berpotensi Mark-Up, rentan korup, dan penggunaan bahan berkualitas rendah
* Pengawasan Lemah: kurangnya pengawasan membuka celah praktik korupsi seperti Mark-Up harga dan penyediaan alat makan yang tidak layak (plastik berbahaya vs stainless stell).
* Potensi Kerugian Negara: Anggaran besar (Rp.268 trilliun) tanpa prioritas penerima yang jelas berisiko membebani APBN dan indikasi menjadi lahan KORUPSI, KOLUSI, NEPOTISME (KKN).
* Masalah kualitas Makanan: Adanya laporan keracunan dan makanan tidak layak konsumsi (telur basi, rasa tidak enak) menunjukkan masalah di hulu (tata kelola) yang berdampak pada hilir ( kualitas gizi)
Kesimpulan
Meskipun tujuannya baik, pelaksanaan MBG menghadapi tantangan besar dalam pencegahan dugaan korupsi. Banyak pihak menyarankan perbaikan tata kelola secara Fundamental dan Pengawasan ketat agar program ini tidak menjadi ladang korupsi yang merugikan negara dan kualitas gizi yang seharusnya dibidik, seperti yang disorot oleh berbagai lembaga dan aktivis anti korupsi




