Hery/red – Deteksi
Bondowoso,(deteksimedia.id) – Pasca ambrolnya
Jembatan Sentong di Bondowoso akhirnya ditutup total.Hal ini bertujuan demi keselamatan pengguna jalan. Sejumlah jalur alternatif disiapkan sebagai solusi bagi pengguna jalan.
Namun demikian, jalur-jalur alternatif tersebut relatif sempit karena mayoritas merupakan jalan desa.
Kondisi ini kerap memicu kepadatan arus lalu lintas.
“Kami terus melakukan upaya rekayasa lalin, dan mencari alternatif-alternatif,” ujar Kasat Lantas Polres Bondowoso, AKP Irwan Rizki Prakoso kepada awak media (24/2/2026).
Selain itu, Satlantas Polres Bondowoso bersama fungsi lainnya turun langsung ke lokasi serta ke sejumlah titik yang berpotensi terjadi kepadatan lalu lintas.
“Anggota juga memetakan jalur-jalur alternatif, mana yang hanya bisa untuk satu arah, dan mana yang bisa dua arah. Khususnya kendaraan roda empat,” jelasnya.
Untuk kendaraan bertonase tinggi maupun bersumbu tiga, lanjut Irwan, diarahkan melalui satu jalur, yakni melewati Desa Koncer ke arah selatan, lalu melalui Desa Taman, Kecamatan Grujugan, kemudian belok kiri menuju arah Jember, begitu pula sebaliknya.
Menanggapi kondisi jalan alternatif yang sempit, Irwan mengakui hal tersebut. Meski demikian, pihaknya terus melakukan rekayasa lalu lintas, termasuk sosialisasi kepada masyarakat.
“Kami juga telah pasang rambu-rambu sementara di beberapa titik, sebagai petunjuk bagi pengguna jalan,” tandas Irwan.
Sebelumnya diberitakan, Jembatan Sentong yang berada di perbatasan Kelurahan Nangkaan dan Kelurahan Sukowiryo, Bondowoso, ambrol akibat tingginya intensitas hujan yang mengguyur sejak siang hari.
Jembatan yang menghubungkan Bondowoso dengan Jember itu langsung dipasangi garis pengaman (safety line) oleh petugas untuk mencegah warga mendekat. Akses jembatan pun ditutup total demi keselamatan sejumlah pengguna jalan.(*)
Editor : Redaksi




