Oleh: (Bay, deteksimedia.id Kabiro Situbondo)
Ramadhan, bulan yang penuh rahmat, bulan yang penuh ampunan, bulan yang penuh keberkahan. Bulan yang kita tunggu-tunggu, bulan yang kita rindukan. Tapi, sayangnya, Ramadhan tidak akan bertahan selama-lamanya. Ia akan pergi, meninggalkan kita dengan kesedihan dan kenangan.
Tapi, tahukah kita bahwa kesedihan ini adalah tanda iman? Ya, orang beriman akan merasa kehilangan saat kesempatan beribadah yang istimewa berakhir. Mereka akan merasa sedih karena tidak bisa lagi menikmati keindahan Ramadhan, tidak bisa lagi merasakan kebersamaan dengan Allah, tidak bisa lagi meningkatkan kualitas iman dan takwa.
Kesedihan ini adalah bukti bahwa kita telah merasakan manisnya iman, telah merasakan kelezatan beribadah, dan telah merasakan kebersamaan dengan Allah. Kesedihan ini adalah tanda bahwa kita telah berubah, telah menjadi lebih baik, dan telah menjadi lebih dekat dengan Allah.
Tapi, janganlah kita terlalu sedih, karena Ramadhan tidak akan berakhir dengan sia-sia. Apa yang kita lakukan di Ramadhan akan menjadi bekal kita di hari akhirat. Apa yang kita tanam di Ramadhan akan kita tuai di hari lain.
Jadi, mari kita manfaatkan sisa waktu Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Mari kita tingkatkan iman dan takwa kita, mari kita perbanyak ibadah dan amal sholeh, dan mari kita jadikan Ramadhan sebagai momentum untuk berubah menjadi lebih baik.




