Bay-Deteksi
Situbondo(deteksimedia.id), edisi Selasa , 27 January 2026, ____ Niat mulia Presiden RI Prabowo Subianto untuk memodernisasi transportasi tradisional melalui bantuan pribadi becak listrik, justru memicu kegaduhan di akar rumput. Sejak penempatan unit di Pendopo Kiai Pate Alos Besuki Situbondo, pada Senin (26/01/2026), gelombang protes pecah di media sosial dan grup WhatsApp warga Situbondo.
DUGAAN SALAH SASARAN yang MENCOLOK
Publik menyoroti daftar penerima manfaat yang dinilai janggal. Di Desa Widoro payung – Besuki dan dusun Petukangan – Besuki, mencuat dugaan kuat bahwa sejumlah penerima bukanlah penarik becak yang menggantungkan hidup di jalanan.
“Ini bantuan untuk ‘orang dekat’ oknum pendatakah ?” cetus salah satu warga dalam pesan berantai yang viral.
Ketidaktepatan sasaran ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai validasi data di wilayah lain. Jika di wilayah barat (Besuki) saja sudah ditemukan indikasi kebocoran, publik kini meragukan transparansi penyaluran di wilayah tengah dan timur Situbondo. Apakah bantun ini benar – benar menyentuh telapak tangan mereka yang berkeringat mengayuh becak ? atau justru tersangkut di tangan mereka yang punya “KEDEKATAN” politik dan personal ??
SIAPA PENANGGUNG JAWABNYA??
Mengingat ini adalah bantuan pribadi dari Presiden Prabowo Subianto, mekanisme pendataan menjadi poin krusial yang harus dibuka ke PUBLIK. Siapa yang menyetor nama? Mengapa verifikasi lapangan tampak begitu rapuh sehingga nama – nama Non tukang becak bisa lolos??
Dugaan adanya “MAIN MATA” antara oknum pendata tingkat bawah dengan kepentingan tertentu kini menjadi bola LIAR. Masyarakat mendesak adanya transparansi mengenai siapa pihak yang paling berwenang melakukan verifikasi ulang?
SIAPA YANG BERHAK MEMBATALKAN?
Secara administratif, pihak penyalur, atau tim teknis yang ditunjuk langsung oleh pemberi mandat (Presiden) memiliki wewenang penuh untuk membatalkan status penerima jika terbukti tidak sesuai kriteria. Penarikan unit dari tangan yang salah bukan hanya soal keadilan, tapi soal menjaga martabat dan amanah dari bantuan Presiden itu sendiri.
Jangan sampai niat tulus Prabowo Subianto untuk menyejahterakan rakyat kecil di Situbondo justru dicoreng oleh praktik nepotisme oleh oknum lokal yang haus keuntungan sepihak. Adanya dugaan ketidakbecusan ini, patut dicurigai adanya mahar yang harus dibayar oleh Abang becak pada oknum tertentu … !!
Rakyat Situbondo kini menunggu __ Akankah ada audit data menyeluruh, ataukah bantuan ini dibiarkan mengalir tanpa peduli siapa yang sebenarnya berhak??




