Bay-deteksi
Situbondo(deteksimedia.id), edisi Senin 02 Pebruary 2026, ____ Niat mulia Presiden Prabowo Subianto menggelontorkan 200 unit Becak Listrik (Belis) dari dana pribadi untuk rakyat kecil di Situbondo kini terancam ternoda oleh dugaan praktik “kongkalikong” di tingkat bawah.
Penyaluran yang berpusat di Pendopo Kiai Pate Alos Besuki, Senin (26/01/2026), menyisakan kegaduhan yang kian nyaring setelah investigasi lapangan mengungkap sederet penerima manfaat yang dinilai jauh dari kriteria “pengayuh becak”
Setelah sebelumnya menemukan tiga orang penerima Non Pebecak di Desa Widoropayung, tim investigasi Deteksimedia.id terus menelusuri lorong – lorong Desa. Hasilnya mengejutkan, di Desa Pesisir, bantuan justru diduga mendarat di tangan NN yang sehari – hari berprofesi sebagai mekanik bengkel.
Ironisnya, di Desa Jetis – Besuki, seorang tokoh agama berinisial SF juga diduga kuat tercatat sebagai penerima, meski profesi kesehariannya sama sekali tidak bersentuhan dengan aspal jalanan sebagai penarik becak .
Keganjilan mencapai puncaknya di Dusun Watu Ketu, Desa Demung – Besuki, Sumber internal dari kalangan pebecak pangkalan inisial (A) mengungkapkan bahwa Belis tersebut justru diduga dikuasai oleh seorang sopir truk.
“Ini menyakitkan, kami yang setiap hari berkeringat dipangkalan hanya bisa menonton, sementara yang punya mobil dan profesi tetap malah membawa pulang Belis,” keluh A dengan nada getir.
Siapa Bermain? Indikasi Mahar dan adakah Campur Tangan Legislatif ??
Munculnya nama – nama “asing” dalam daftar penerima yang hanya didata dalam waktu satu Minggu ini memicu tanda tanya besar, Siapa yang bermain di balik layar ??
Kuat dugaan mungkinkah adanya keterlibatan oknum Legislatif yang melakukan intervensi pendataan demi kepentingan konstituen, atau kepentingan pribadi. Desas – desus mengenai dugaan adanya “mahar” atau setoran tertentu agar nama bisa lolos verifikasi kini mulai menyeruak di kalangan bawah. Jika benar ada keterlibatan oknum Legislatif, maka bantuan pribadi Presiden ini telah dijadikan alat komoditas politik yang kotor.
MENDESAK AUDIT INVESTIGASI GSN :
Marwah Presiden Prabowo Subianto kini menjadi taruhan. Bantuan yang seharusnya menjadi solusi ekonomi bagi kaum marjinal justru berubah menjadi polemik akibat ketidakjujuran verifikator.
Deteksimedia.id mendesak Lembaga Gerakan Solidaritas Nasional (GSN) sebagai perpanjangan tangan dari program ini untuk segera turun ke Situbondo melakukan Audit Investigasi menyeluruh. Jika terbukti ada manipulasi data, sanksi tegas berupa pidana penipuan dan penyalahgunaan wewenang harus ditegakkan tanpa pandang bulu.
Hukum tidak boleh tumpul kepada mereka yang tega “merampok” hak orang miskin. Nyanyian sumbang dari becak pangkalan di Besuki adalah Alarm keras bahwa ada yang busuk dalam sistem distribusi Belis di Situbondo.




