Yon – Deteksi
Blitar,(deteksimedia.id) – 20/2/2026, Atlet Kabupaten Blitar menerima bonus total Rp2,57 miliar atas prestasi yang diraih pada ajang Porprov IX Jawa Timur 2025 dan SEA Games.
Bonus tersebut diberikan oleh Pemerintah Kabupaten Blitar bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar sebagai bentuk apresiasi atas capaian medali emas, perak, dan perunggu.
Penyerahan bonus dilakukan pada Minggu (15/2/2026).
Bupati Blitar Rijanto menyatakan, penghargaan tersebut merupakan bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap atlet yang telah mengharumkan nama Kabupaten Blitar di tingkat provinsi hingga internasional.
“Ini adalah bentuk nyata dukungan pemerintah. Penghargaan ini bukan hanya apresiasi materi, tapi simbol kebanggaan atas disiplin dan pengorbanan saudara-saudara demi mengharumkan nama Kabupaten Blitar,” ujar Rijanto.
Ia menjelaskan, bonus yang awalnya direncanakan sebesar Rp2,5 miliar kemudian disesuaikan menjadi Rp2,57 miliar. Alokasi dana tersebut diberikan secara proporsional kepada atlet peraih medali di kedua ajang tersebut.
Menurut Rijanto, capaian para atlet tidak terlepas dari peran pelatih, keluarga, dan seluruh elemen pendukung dalam proses pembinaan. Karena itu, bonus tersebut juga menjadi bentuk penghargaan terhadap ekosistem olahraga di Kabupaten Blitar.
Sementara itu, Ketua KONI Kabupaten Blitar H. Beky Hedihansah menegaskan, bonus yang diberikan diharapkan menjadi motivasi bagi atlet untuk terus meningkatkan prestasi.
“Kami tidak ingin para atlet cepat puas setelah mengantongi bonus. Bonus ini adalah dorongan agar mereka tetap bersemangat dan fokus pada target berikutnya,” kata Beky.
Untuk menjaga konsistensi prestasi, KONI Kabupaten Blitar menyiapkan sejumlah langkah strategis. Di antaranya melakukan audit performa menyeluruh terhadap atlet dan cabang olahraga guna mengevaluasi capaian serta kebutuhan pembinaan.
Selain itu, KONI berencana menjalin kerja sama dengan pihak Thailand dengan mendatangkan pelatih dan atlet profesional untuk cabang olahraga Muaythai. Langkah ini ditempuh untuk meningkatkan kualitas teknik dan daya saing atlet daerah.
Peningkatan fasilitas latihan juga menjadi prioritas. Pemerintah daerah dan KONI menilai sarana yang lebih modern diperlukan guna menunjang latihan yang lebih optimal, seiring meningkatnya persaingan di level nasional dan internasional. (**)




