.
Sukris — Deteksi
Situbondo,(deteksimedia id):- BESUKI – Kecamatan Besuki, khususnya Desa Pesisir, gegap gempita menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 H. Pawai Obor yang digelar Minggu malam, 21 Juni 2026, menampilkan keunikan masing-masing lembaga pendidikan Islam.
Dua warna mendominasi pawai dan menampakkan kecintaan syiar Islam yang signifikan: *putih dan hitam*.
1.Putih: Simbol Kesucian & Niat Bersih.
Warna putih paling banyak terlihat. Santriwati berpakaian serba putih menaiki “Kereta Naga” berhias lampu warna-warni pukul 20:16 WIB. Anak-anak TPQ juga dominan putih saat mengiringi gerobak bunga.
Putih di sini bukan sekadar warna. Ia jadi simbol kesucian hati, kebersihan niat, dan ketulusan warga Desa Pesisir menyambut tahun baru hijriah.
2.Hitam: Simbol Keteguhan & Wibawa Islam.
Berdampingan dengan putih, warna hitam jadi penyeimbang. Para pemuda berpakaian hitam bahu-membahu mengusung replika masjid lengkap kubah hijau pukul 20:04 WIB. Kain hitam pada gerobak bunga juga menegaskan wibawa dan semangat perjuangan umat Islam.
Perpaduan hitam-putih ini menciptakan harmoni. Seolah memberi pesan: Islam itu suci tapi teguh, lembut tapi berwibawa.
Hijau: Puncak Syiar Keteduhan.
Puncak kemeriahan ada pada replika masjid berkubah hijau yang diarak keliling desa. Hijau melambangkan Islam yang teduh, damai, dan menyejukkan.
Kubah masjid jadi pusat perhatian warga yang tumpah ruah di jalan.
“Setiap lembaga tampil beda-beda. Ada yg bawa masjid, ada naga, ada bunga. Tapi semangatnya sama: syiar Islam,” ujar warga sekitar Toko “A/a Rezehhi”.
Sorak takbir dan sholawat menggema sepanjang rute pawai. Antusiasme tinggi warga Besuki Pesisir membuktikan syiar Islam masih hidup dan dirayakan dengan cara kreatif oleh generasi muda.
Pawai mas megah, Putih suci. “Kereta Naga” santriwati Desa Pesisir, 21/06/2026 20:16.
Editor : Redaksi




