Deteksi Media

JLS Tulungagung Akhirnya Rampung, Heri Romadhon: Inilah Keuntungannya

JLS Tulungagung Akhirnya Rampung, Heri Romadhon: Inilah Keuntungannya

 

Wan – Deteksi

Tulungagung,(deteksimedia.id) – Pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung akhirnya berakhir.

Ruas terakhir JLS Brumbun-Sine kini telah rampung dan sudah dapat dimanfaatkan sebagai akses transportasi masyarakat.

Anggota komisi D DPRD Jatim Heri Romadhon mengatakan dengan sudah beroperasinya jalan tersebut diharapkan bisa sebagai roda penggerak ekonomi, pembuka aksesibilitas kawasan pesisir, dan penghubung antar-wilayah (Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek).

” Kehadiran jalur ini memberikan dampak yang masif bagi masyarakat di wilayah selatan Jawa Timur,”kata politisi PAN ini, Kamis (11/6/2026).

Menurut mantan waka DPRD Blitar ini,selain itu juga kehadirannya jalan tersebut juga bisa memperlancar arus transportasi dan mobilitas warga, serta membuka wilayah yang sebelumnya terisolasi atau memiliki infrastruktur terbatas.

“Menciptakan pusat-pusat kegiatan ekonomi baru yang secara tidak langsung membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat,”jelas dia.

Ia mengatakan juga jalur jalan tersebut nantinya bisa mempercepat distribusi hasil pertanian, perikanan, hingga mendukung pengembangan sektor pariwisata pantai di kawasan selatan.

Kabar gembira bagi warga pesisir selatan Jawa Timur. Proyek pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) di Kabupaten Tulungagung akhirnya rampung sepenuhnya dan kini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai jalur transportasi.

Dengan selesainya ruas Brumbun-Sine, akses JLS di Tulungagung kini tersambung penuh dari perbatasan Kabupaten Blitar di sisi timur hingga Kabupaten Trenggalek di bagian barat.

Pemerintah menaruh harapan besar terhadap keberadaan JLS yang selama ini menjadi proyek strategis nasional di kawasan selatan Pulau Jawa.

Akses jalan yang semakin baik diyakini mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di wilayah pesisir Tulungagung yang selama ini relatif kurang tersentuh infrastruktur utama(*)

redaksi

Related Articles