Deteksi Media

Malam Satu Suro Perpaduan Harmoni Nilai Budaya Lokal Dan Ajaran Agama 💫💫💫

Malam Satu Suro Perpaduan Harmoni Nilai Budaya Lokal Dan Ajaran Agama 💫💫💫

 

Suryadi – Deteksi

Tapalkuda(deteksimedia.id) – Malam Satu Suro merupakan perpaduan harmoni antara nilai budaya lokal dan ajaran agama.

Malam Satu Suro tradisi sakral masyarakat jawa yang memperingati tahun baru jawa bertepatan dengan satu Muharram.
Malam Satu Suro berkaitan dengan sejarah akulturasi budaya, ritual mistis, keagamaan serta nilai filosofis sebagai sarana refleksi diri dan penghormatan leluhur.

Pengenalan bulan Suro (Muharram) sebagai bulan sakral dalam kalender jawa yang merupakan hasil akultinasi budaya Hindu – Jawa – Islam di masa kesultanan mataram
Makna dan nilai malam Satu Suro dianggap waktu yang tepat untuk memperbaiki diri dan memohon keselamatan. Di sisi lain, merupakan bentuk rasa syukur dan sarana menjaga warisan leluhur agar tidak tergerus modernisasi. Di samping itu, malam Satu Suro memiliki pantangan larangan keluar rumah dan mitos kesialan yang beredar di masyarakat jawa.

Tradisi memperingati malam satu suro sudah merupakan adat istiadat kebiasaan turun menurun dari nenek moyang yang sampai saat ini masih dijalankan dalam kehidupan masyarakat.

Sementara itu, di Kabupaten Bondowoso dan situbondo tradisi memperingati Satu Muharram dengan berbagai kegiatan keislaman. Satu Muharram sebagai tahun baru Islam dianjurkan untuk melakukan puasa Satu Muharram dan hukumnya sunnah mutlak.

Selanjutnya, dalam peringatan Satu Suro diadakan berbagai kegiatan, diantaranya : Kirab Muharram, Pawai Obor, dan selamatan bubur sura.
Selain itu juga, dilaksanakan berbagai kegiatan, diantaranya : pembacaan sholawat, pembacaan kitab Al Barzanji, manakiban, tahlilan dan kegiatan keislaman lainnya.

Dapat disimpulkan, bahwa tradisi peringatan Satu Suro bukan sekedar ritual mistis belaka melainkan wujud pelestarian budaya dan sarana spiriual yang sarat nilai nilai luhur dan toleransi.💥💥💥

redaksi

Related Articles