Deteksi Media

MBG : Antara Ambisi Nutrisi dan Realitas Piring yang ‘GERSANG’ +++++

MBG : Antara Ambisi Nutrisi dan Realitas Piring yang ‘GERSANG’ +++++

 

Bay-Deteksi

Situbondo(deteksimedia.id)  – edisi 07 Maret 2026 ____ Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kini ibarat berada di persimpangan jalan, antara janji kesejahteraan dan karut marut implementasi. Di bulan Ramadhan ini, sorotan tajam tertuju pada fenomena “Menu Kering) yang dibagikan di berbagai daerah.Bukannya menjadi berkah berbuka atau sahur, sajian yang tampak ala kadarnya ini justru memantik spekulasi panas di tengah masyarakat.

Laporan mengenai temuan buah busuk, porsi yang dianggap jauh dari standar gizi seimbang, hingga dugaan Mark-up Anggaran menjadi rapor merah bagi pemerintah. Publik mulai berhitung secara kasar : apakah isi kotak (wadah) makan tersebut benar-benar mencerminkan nilai rupiah yang dialokasikan??
Ketidaksesuaian antara anggaran yang dikucurkan dengan realitas di atas “Piring” memunculkan kecurigaan adanya “kebocoran” di tingkat rantai pasok atau manajemen lokal.

Secara fundamental, program ini menghadapi kontradiksi logistik. Di satu sisi, niatnya adalah menekan angka Stunting, dan meningkatkan konsentrasi belajar. Di sisi lain, insiden keracunan makanan di berbagai titik, serta menu yang dianggap tidak layak justru mengancam kesehatan penerima manfaat itu sendiri.

Masih layakkah program ini berlanjut? Jawabannya tidak bisa sekadar “Ya atau Tidak”. MBG adalah investasi masa depan yang krusial, namun saat ini ia sedang berjalan dengan kaki yang pincang. Keberlanjutan sangat bergantung pada Audi Total terhadap Vendor, Standardisasi menu yang ketat di seluruh wilayah, dan transparansi anggaran yang bisa diakses.

Tanpa evaluasi radikal, MBG berisiko hanya menjadi Proyek Mercusuar yang megah di atas kertas, namun keropos dan pahit saat dikunyah rakyat.

Editor : Redaksi

redaksi

Related Articles