Bay-Deteksi
Situbondo(deteksimedia.id) edisi Sabtu, 09 Mei 2026, ____ Suboh ____ Jalur Pantura, yang selama ini digadang – gadang sebagai urat nadi ekonomi nasional, kini berubah menjadi jalur maut yang menghantui pengendara. Tepat di Desa Buduan – Kec. Suboh – Kab. Situbondo – Jawa Timur, aspal jalur strategis ini ambruk, menyisakan lubang menganga yang siap menelan siapa saja yang kurang waspada.
Kondisi ini bukan sekadar kerusakan jalan biasa. Di tengah aspal yang rontok tersebut, terdapat gorong – gorong penyangga yang ikut hancur akibat tak kuat menahan beban kendaraan yang melintas saban detik. Di bawah lubang maut itu, mengalir sungai kecil yang seolah siap menyambut pengendara yang terperosok.
PEMBIARAN YANG IRONIS +++
Sehari – hari pemandangan horor ini tersaji, namun respons pihak berwenang seolah membeku. Tidak ada papan peringatan Reflektif, tidak ada Safety Cone Standar, apalagi garis kuning polisi, terlihat seperti ala kadarnya .
Yang ada hanyalah pengaman seadanya, _ mungkin hasil inisiatif warga yang masih punya nurani. Pagar kayu rapuh dan tanda peringatan ala kadarnya menjadi satu – satunya pembatas antara keselamatan dan maut bagi para sopir logistik dan pengendara roda dua.
“Apakah petugas berwenang lagi tidur nyenyak? Ini lubang besar, di jalur nasional, tapi cuma dikasih pengaman seadanya. Apa harus tunggu ada korban dulu baru mereka bangun?” Cetus Totok, warga setempat dengan nada geram.
ANCAMAN di Balik Kegelapan +++
Situasi ini kian mencekam saat matahari terbenam. Minimnya penerangan jalan di sekitar titik Buduan membuat lubang tersebut hampir tak terlihat.
Pengendara dari luar kota yang tidak hafal Medan berada dalam ancaman besar. Kerusakan ini bukan hanya soal infrastruktur yang cacat, tapi soal absennya tanggung jawab negara di jalur paling sibuk di pulau Jawa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanda – tanda alat berat atau material perbaikan yang turun ke lokasi. Jalur strategis yang menyumbang triliunan rupiah bagi perputaran ekonomi ini seolah dibiarkan merana, menunggu “tumbal” sebelum benar – benar diperhatikan.
Menanti Jawaban Otoritas +++
Publik kini bertanya – tanya: Di mana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN)? Ke mana koordinasi Dinas Perhubungan? Rakyat tidak butuh alasan klasik soal anggaran atau birokrasi yang berbelit, yang dibutuhkan adalah aksi nyata sebelum lubang di Buduan memutus urat nadi ekonomi, atau lebih buruk lagi, memutus nyawa manusia.
Editor : Redaksi




