Bay-Deteksi
Situbondo(deteksimedia.id), edisi Senin 27 April 2026, ___ Jatibanteng ____ Matahari Senin pagi (27/04/2026) menyinari Selasar Balai Desa Pategalan dengan hangat, sehangat senyum yang terpancar dalam acara Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT – DD) Tahun anggaran 2026. Di ruang utama Kantor Desa, sebuah prosesi kemanusiaan berlangsung sederhana namun sarat makna, menjadi penyambung nafas bagi mereka yang membutuhkan.
PENUAIAN JANJI UNTUK RAKYAT +++
Sebanyak 10 warga yang terpilih (tercover) menerima hak mereka sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Untuk periode Januari, Pebruari, dan Maret 2026, masing – masing menerima santunan sebesar Rp 900.000,_. Angka tersebut bukan sekadar nominal, melainkan wujud kehadiran negara di tengah – tengah masyarakat desa Pategalan.
Hadir sebagai saksi sekaligus pendamping, Kepala Desa Pategalan – Kecamatan Jatibanteng – Kab. Situbondo – Jawa Timur, Ahmad Siri, berdiri bersama seluruh perangkat Desa. Sinergi kian kental dengan kehadiran unsur Babinsa, Polsek Jatibanteng – Polres Situbondo, serta perwakilan dari Pemerintah Kecamatan Jatibanteng, memastikan setiap rupiah sampai ke tangan yang berhak dalam suasana yang sejuk dan tertib.
KEJUJURAN dari KURSI PEMIMPIN +++
Di sela riuh rendah antrean, Ahmad Siri, Kades Pategalan, berbagi keluh kesah yang menyentuh hati. Ia berbicara tentang realitas yang harus dihadapi desa saat ini,_ sebuah “dilema” antara aturan pusat dan harapan warga.
“Hanya 10 orang yang mampu kami jangkau tahun ini,” tuturnya dengan nada penuh empati. “Anggaran desa kini lebih banyak dialokasikan untuk program KDMP (Koperasi Desa Merah Putih). Namun bagi Pategalan, ini adalah tantangan besar, karena kami terkendala ketersediaan lahan untuk mendirikan fasilitas tersebut,” ujar kades dengan nada sendu.
Beliau tak menutup mata bahwa pengurangan kuota ini memicu riak kecil di hati warga lainnya. Rasa cemburu sosial dan anggaran ketidakadilan menjadi beban moral yang ia pikul sendiri.
“Kami harus menjelaskan dengan hati yang lapang, dengan cara yang legowo. Bukan desa tidak mau membantu semua, namun ruang gerak anggaran yang terbatas memaksa kami untuk sangat selektif. Ini adalah dilema, tapi kejujuran adalah jalan terbaik yang kami punya saat ini,” ungkap Ahmad Siri lirih.
KESANTUNAN yang TERJAGA +++
Meski dibayangi tantangan regulasi, jalannya acara menjadi bukti kedewasaan warga Pategalan. Proses penyaluran berlangsung khidmad tanpa kendala berarti. Ketegasan pihak Kepolisian dan TNI yang terpadu dengan keramahan perangkat desa menciptakan harmony yang indah.
Acara ditutup dengan do’a bersama, membawa harapan bahwa meski dalam keterbatasan, kebersamaan akan tetap menjadi pondasi kuat bagi Desa Pategalan untuk terus melangkah maju.




