Ridwan – Deteksi
Probolinggo, (deteksimedia.id) — Peran perempuan dalam politik kembali menguat dalam Musyawarah Cabang (Muscab) ke-10 Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Probolinggo. Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, menegaskan bahwa kekuatan perempuan menjadi kunci penting dalam mendorong kemenangan PPP di masa depan.
“Kita harus menjadi fighter. Perempuan sekarang bukan lagi pelengkap, tapi kekuatan utama dalam politik,” tegasnya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Muscab ke-10 PPP yang digelar di Rumah Makan Lesehan Kebon Pring, Kecamatan Dringu, Sabtu (2/5/2026). Kegiatan ini dihadiri ratusan kader dan pengurus partai sebagai bagian dari konsolidasi organisasi sekaligus penguatan basis politik menjelang agenda demokrasi mendatang.
Ulfiyah yang juga menjabat sebagai Ketua Tapal Kuda Wanita Persatuan Pembangunan (WPP) menekankan bahwa peran perempuan dalam politik kini semakin strategis, terutama di wilayah Tapal Kuda. Menurutnya, keterlibatan perempuan tidak lagi sebatas pelengkap, melainkan menjadi motor penggerak dalam memperluas basis dukungan partai.
“Kekuatan itu dari kita sendiri, dari perempuan. Hari ini perempuan sudah tidak lagi asing dalam politik. Kita aktif, kita terlibat, dan kita punya peran besar dalam menentukan arah kebijakan,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan organisasi sayap perempuan PPP menjadi salah satu langkah konkret dalam mendorong peningkatan elektabilitas partai. Melalui WPP, kader perempuan didorong untuk lebih aktif, percaya diri, dan berkontribusi dalam setiap lini perjuangan politik.
“Jangan pernah merasa minder sebagai perempuan. Kita harus berani tampil dan menjadi bagian dari perubahan. Ini yang terus kita bangun bersama,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Kabupaten Probolinggo, Habib Mahdi, menyampaikan bahwa Muscab ke-10 ini tidak hanya menjadi forum konsolidasi internal, tetapi juga momentum merumuskan strategi besar partai ke depan. Salah satu fokus utama adalah memperkuat struktur organisasi melalui pembentukan tim formatur.
“Dalam Muscab ini kita tidak langsung memilih ketua, tetapi memilih tujuh formatur yang nantinya akan menyusun kepengurusan lengkap. Ini bagian dari proses demokrasi internal yang kita jalankan,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa PPP Kabupaten Probolinggo saat ini lebih menitikberatkan pada penguatan internal dibandingkan agenda politik jangka pendek. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk membangun fondasi partai yang solid dan berkelanjutan.
“Kita fokus bagaimana PPP ke depan menjadi partai besar dan mampu bersaing. Yang kita siapkan sekarang adalah struktur dan sumber daya, termasuk kader-kader potensial,” ujarnya.
Dengan capaian enam kursi legislatif di tingkat kabupaten, PPP dinilai masih memiliki posisi strategis dalam peta politik lokal. Namun demikian, Habib Mahdi menekankan perlunya formulasi baru, khususnya dalam menyiapkan calon legislatif yang mampu meningkatkan perolehan suara.
“Semua kita rangkul, terutama yang bisa mendongkrak suara. Fokus kita ada pada penguatan caleg sebagai ujung tombak partai,” katanya.
Di sisi lain, ia memastikan bahwa kondisi internal PPP di Kabupaten Probolinggo tetap solid dan kondusif. Meski dinamika politik terjadi di tingkat pusat, pihaknya menilai hal tersebut tidak berdampak signifikan terhadap kekompakan di daerah.
“Di daerah kita tetap solid, tidak ada gejolak. Kita berharap dinamika di pusat bisa segera selesai dan tidak memengaruhi daerah,” ujarnya.
Editor : Redaksi




