Rahmadi – Deteksi
JEMBER ,(deteksimedia id) — Suasana penuh semangat dan kebanggaan menyelimuti halaman SMPN 4 Tanggul, Kabupaten Jember, pada Sabtu (2/5/2026).
Dalam momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026, seluruh warga sekolah bersatu dalam satu nafas besar mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.”
Tema ini tidak sekadar menjadi slogan, melainkan nyata terwujud dalam rangkaian kegiatan yang sarat makna, inspirasi, dan harapan.
Upacara bendera menjadi pembuka yang khidmat. Para petugas upacara yang merupakan anak-anak PasPEGTA tampil dengan penuh percaya diri dan disiplin tinggi. Prestasi mereka yang telah menorehkan berbagai kejuaraan tingkat Jawa Timur menjadi bukti nyata bahwa SMPN 4 Tanggul tidak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mengembangkan karakter dan potensi siswa secara menyeluruh.
Usai upacara, suasana berubah menjadi semakin meriah dengan dilaksanakannya launching majalah digital SPEGTA NEWS.
Majalah ini merupakan cerminan perjalanan satu tahun kegiatan guru dan siswa, yang ditulis langsung oleh mereka sendiri.
Sebuah ruang ekspresi yang hidup, di mana ide, pengalaman, dan kreativitas bertemu dalam satu wadah yang inspiratif. Tidak hanya itu, peluncuran buku karya guru dan siswa turut menjadi momen istimewa.
Ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Kepala Sekolah Hermin Agustin, S.Pd., M.Pd., bersama perwakilan Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Kepala Bidang Pembinaan SMP, Muhammad Rido’i, S.Pd., acara ini menjadi simbol rasa syukur sekaligus komitmen untuk terus berkarya.
Kehadiran dewan guru, ratusan siswa-siswi yang mengenakan pakaian adat, serta wali murid menambah kemeriahan dan kekhidmatan suasana.
Dalam sambutannya, Muhammad Rido’i, S.Pd., menegaskan bahwa pemerintah Kabupaten Jember hadir dan mendukung penuh kemajuan dunia pendidikan.
Ia mengapresiasi langkah SMPN 4 Tanggul yang mampu memberikan motivasi kepada guru dan siswa untuk berani menulis.
“Yang penting berani menulis. Salah atau benar bisa dikoreksi bersama. Dari situlah lahir ide-ide luar biasa yang menjadi karya nyata seperti majalah digital ini,” ungkapnya penuh semangat.
Sementara itu, Kepala Sekolah Hermin Agustin, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa lahirnya majalah digital dan buku karya siswa merupakan buah dari budaya literasi yang terus ditanamkan di sekolah.
Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas membaca buku, tetapi juga kemampuan membaca situasi, lingkungan, dan memahami realitas kehidupan.
“Dari membaca, anak-anak mendapatkan ilmu. Dari memahami lingkungan, mereka belajar peka terhadap sekitar. Dan dari sana, mereka mampu mengolah informasi menjadi solusi atas persoalan yang dihadapi. Semakin tinggi literasi anak bangsa, maka semakin tinggi pula derajat bangsa itu,” tuturnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa literasi bukanlah tanggung jawab satu mata pelajaran saja, melainkan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.
Guru harus menjadi teladan, sementara siswa didorong agar menjadikan literasi sebagai budaya yang mengakar—bukan sekadar kewajiban, melainkan kebutuhan.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan program GUS DARLING (Gerakan Sekolah Sadar Lingkungan), sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Ini menunjukkan bahwa pendidikan di SMPN 4 Tanggul tidak hanya membentuk kecerdasan intelektual, tetapi juga kesadaran sosial dan lingkungan.
Sebagai penutup, kegiatan literasi kembali menjadi ruh utama. Setiap hari Sabtu, siswa dibiasakan menulis pengalaman mereka sejak pagi hari—apa yang mereka lihat, rasakan, dan lakukan.
Tema-tema yang telah ditentukan menjadi panduan, namun kebebasan berekspresi tetap dijaga. Dari kegiatan sederhana ini, lahirlah ide-ide segar yang kemudian diabadikan dalam bentuk tulisan, menjadi inspirasi bagi yang lain.
Menariknya, majalah digital SPEGTA NEWS diterbitkan setiap satu tahun sekali, sementara karya buku siswa terus dihasilkan secara rutin setiap pekan. Ini menjadi bukti bahwa literasi benar-benar hidup dan berkembang di lingkungan sekolah.
Peringatan Hari Pendidikan Nasional di SMPN 4 Tanggul tahun ini bukan sekadar seremoni. Ia adalah perwujudan nyata dari kolaborasi, kreativitas, dan komitmen seluruh elemen sekolah dalam membangun pendidikan yang bermutu dan inklusif.
Dari Tanggul, cahaya literasi itu menyala—menerangi jalan menuju masa depan yang lebih cerah bagi generasi bangsa.
Editor : Redaksi




