Wan – Deteksi
Tulungagung,(deteksimedia.id) – Ratusan Calon Jemaah Haji (CJH) asal Tulungagung masuk kategori risiko tinggi. Hal ini dikarenakan mereka memiliki riwayat penyakit sebelumnya.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani mengatakan, berdasarkan data terkahir total 1.167 CJH yang akan berangkat ke Tanah Suci pada tahun ini. Dimana 400 CJH diantaranya merupakan lansia.
“Beberapa waktu lalu ada dua CJH yang meninggal dunia yang kini sudah diganti dengan CJH cadangan,” ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
CJH Tulungagung akan diberangkatkan dalam delapan kelompok terbang (Kloter) berbeda. Yakni Kloter 32 sebanyak 2 CJH, Kloter 34 sebanyak 2 CJH, Kloter 102 sebanyak 380 CJH, Kloter 103 sebanyak 379 CJH, Kloter 104 sebanyak 380 CJH, Kloter 105 sebanyak 28 CJH, Kloter 109 sebanyak 2 CJH dan Kloter 132 sebanyak 6 CJH.
“Kloter 32 dan 34 berangkat pada 29 April 2026 lalu. Kloter 102 berangkat 17 Mei 2026. Kloter 103, 104 dan 105 berangkat 18 Mei 2026. Kloter 109 berangkat 19 Mei 2026. Kloter 32 berangkat 20 Mei 2026,” terangnya.
Dari 1.167 CJH Kemenhaj Tulungagung telah melakukan pemetaan jemaah yang masuk dalam kategori risiko tinggi. Total ada 345 CJH Tulungagung yang masuk kategori risiko tinggi.
“Tidak semua CJH yang masuk kategori risiko tinggi adalah lansia. Pemetaan didasarkan pada riwayat penyakit yang dimiliki oleh jemaah,” jelasnya.
Disinggung soal CJH Tulungagung tertua, Suryani mengungkapkan di Tulungagung salah satu CJH tertua berasal dari Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan. Saat ini usia CJH tersebut sudah mencapai 96 tahun.
“Kalau dari data kami, CJH yang berusia 84 tahun lebih ada 42 orang. Dan ada satu CJH yang sudah berusia 96 tahun,” pungkasnya.(*)




