Deteksi Media

Komando Pusat AS Klaim Kapal Perang AS Bersihkan Ranjau Selat Hormuz, Iran Respons Keras +++

Komando Pusat AS Klaim Kapal Perang AS Bersihkan Ranjau Selat Hormuz, Iran Respons Keras +++

 

Rusdi – Deteksi

TEHERAN,(deteksimedia id) – Sebanyak dua kapal perang Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) melintasi Selat Hormuz untuk mulai membersihkan ranjau yang dipasang Iran, kata Komando Pusat AS (Centcom) pada Sabtu (11/4/2026). Namun, klaim tersebut dibantah Teheran dan Korps Garda Revolusi Iran mengancam akan menindak keras kapal-kapal militer yang melintasi jalur tersebut.

Informasi tersebut datang tak lama setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Washington telah mulai membersihkan selat tersebut. “Hari ini, kami memulai proses untuk membangun jalur baru dan kami akan segera membagikan jalur aman ini kepada industri maritim untuk mendorong arus perdagangan yang bebas,” kata komandan Centcom, Laksamana Brad Cooper, dilansir AFP, Minggu (12/4/2026).

USS Frank E Peterson dan USS Michael Murphy adalah dua kapal perusak berpeluru kendali yang terlibat dalam operasi tersebut. Centcom mengatakan bahwa pasukan AS tambahan termasuk drone bawah air dapat bergabung dalam upaya tersebut dalam beberapa hari mendatang.

Iran membantah,Juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari membantah klaim Washington bahwa kapal-kapal AS telah memasuki Selat Hormuz. “Inisiatif untuk melewati kapal mana pun berada di tangan angkatan bersenjata Republik Islam Iran,” katanya kepada televisi pemerintah.

Angkatan Laut IRGC juga telah memperingatkan bahwa setiap kapal militer yang mencoba melewati jalur perairan Teluk akan ditindak tegas. “Angkatan Laut IRGC memiliki wewenang penuh untuk mengelola Selat Hormuz secara cerdas. Hanya kapal sipil yang diizinkan melewatinya dalam kondisi tertentu,” demikian pernyataan yang dibagikan oleh kantor berita Tasnim Iran, dikutip dari Al Jazeera, Minggu (12/4/2026).

Sebelumnya, pada Sabtu (11/4/2026), Trump mengatakan di media sosial bahwa Amerika Serikat memulai proses pembersihan ranjau Selat Hormuz. Ia menyebutnya sebagai bantuan kepada negara-negara seperti China, Jepang, dan Perancis yang disebut tidak memiliki keberanian atau kemauan untuk melakukan pekerjaan ini sendiri. Sementara Selat Hormuz telah diblokir oleh Teheran sejak AS dan Israel mulai membombardir Iran pada 28 Februari 2026.(*)

redaksi