Bay-Deteksi
Situbondo(deteksimedia.id), edisi Sabtu 11 April 2026 ____ Bungatan ____ Suasana duka menyelimuti Dusun Karang Anyar – Desa Selowogo – Kec. Bungatan – Kab. Situbondo – Jawa Timur, pada Jum’at sore, 10 April 2026, sekira pukul 15.30 WIB, sang pencari hakikat, Bindereh Bakur, telah menghembuskan nafas terakhirnya untuk menghadap Sang Khalik.
Kepergian sosok yang dikenal sebagai waliyullah yang khilaf (nyeleneh / tersembunyi) ini menyisakan kesedihan mendalam bagi ribuan pelayat yang memadati rumah duka.
Lautan Manusia dan Kehadiran Tokoh Daerah.
Ribuan orang dari berbagai penjuru daerah tampak tumpah ruah mengiringi kepulangan beliau dengan untaian do’a dan tahlil. Tidak hanya masyarakat umum, para Kiai dan Ulama Kharismatik dari dalam dan luar kota turut hadir memberikan penghormatan terakhir.
Tampak Hadir di lokasi, Bupati Situbondo (Mas Rio), dan Wakil Bupati (Mbak Ulfi) yang ikut berbaur di tengah kerumunan massa untuk bertakziah. Kehadiran para pemimpin daerah ini menjadi bukti betapa besarnya pengaruh spiritual yang dipancarkan oleh almarhum semasa hidupnya.
SOSOK di Balik “Kewajaran yang Tak Wajar”
Semasa hidup, Bindereh Bakur adalah anomali di mata duniawi. Penampilan fisiknya jauh dari kesan ulama pada umumnya_ cara berpakaian yang sangat sederhana, bahkan sering dianggap tidak wajar oleh mata awam. Namun, bagi mereka yang memahami “Isyarat” langit, itulah bentuk Maqam Khumul _ sebuah derajat di mana seseorang kekasih Allah menyembunyikan identitasnya agar tidak dikenal dunia.
Dibalik kesederhanaan dan keanehannya, tersimpan Karomah Yang Luar Biasa. Setiap hari, tamu dari berbagai ‘Strata’ sosial datang silih berganti ke kediamannya di Silowogo. Mereka datang bukan untuk melihat kemewahan, melainkan untuk menjemput nasihat, memohon petunjuk, atau sekadar mengharap berkah do’a dari lisan beliau yang tulus.
MENINGGALKAN DUNIA yang Tak Pernah Ia Cintai
Bindereh Bakur dikenal sebagai sosok yang telah “Selesai” dengan urusan dunia. Baginya, kemewahan harta tidak lebih berharga daripada pengabdian kepada Sang Pencipta. Ia pergi meninggalkan warisan keteladanan tentang arti Zuhud yang sesungguhnya, bahwa kemuliaan tidak terletak pada Jubah yang indah, melainkan pada kedekatan hati dengan Tuhan.
Kini, sosok unik yang selalu membawa ketenangan bagi pengunjungnya itu telah tiada.
“Selamat Jalan, Bindereh Bakur. Do’a kami menyertai kepergianmu menuju keabadian …. Al – Fatihaaah … 🙏🙏🙏




