Redaksi – Deteksi
Banyuwangi,(deteksimedia.id) – Mengulik uraian narasi salah satu media online Nasional yang merilis narasi sosok ibu muda yang sehari – harinya penuh asa .
Perempuan dengan nama lengkap Riza Purnamasari (41) kesehariannya penuh inspiratif.Dia senantiasa memulai lebih cepat dari kebanyakan orang. Sebelum matahari benar-benar naik, ia sudah memastikan dua anaknya yang kini duduk di bangku SD dan SMP siap berangkat ke sekolah. Setelahnya, dalam menjalani hari, perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur yang akrab disapa Icha itu dengan cepat beralih peran, dari ibu menjadi pekerja, dari pengasuh menjadi pencari nafkah.
Rutinitas itu ia jalani nyaris tanpa jeda. Mengantar anak sekolah, bekerja, menyempatkan olahraga, lalu kembali lagi ke aktivitasnya. Di sela kesibukan, ia tetap aktif di komunitas dan arisan perempuan serta kesibukan lainnya.lHari-harinya penuh, tapi tetap terarah.
Icha menjalani semuanya seorang diri. Ia memilih berpisah dari suaminya karena sebuah alasan krusial, sudah tidak ada kecocokan. Keputusan itu tidak mudah, tapi ia tahu harus terus melangkah. “Setiap hari masih dikasih nafas sama Allah, berarti masih ada kesempatan jadi lebih baik,” ujarnya pelan, tapi tegas. Titik Terendah Hidup Icha Bagi Icha, dua anaknya adalah amanah. Alasan utama kenapa ia harus terus berdiri, bahkan saat hidup sempat menjatuhkannya begitu dalam. Sebab tak banyak yang tahu, di balik sosoknya yang kini terlihat mapan, Icha pernah berada di titik terendah dalam hidupnya.
Tahun 2019 menjadi fase paling berat. Tahun perpisahan yang beriringan dengan hantaman pandemi Covid-19. Di masa itu, ia benar-benar memulai dari nol, tanpa harta. Untuk tempat tinggal, Icha harus menumpang dalam satu kamar kos berempat bersama sang ibu dan dua anaknya. Tanpa sepeda motor, ia mengantar sang anak ke sekolah dengan berjalan kaki. “Sampai pinjam sepeda motor satpam kantorku,” kenangnya. Namun Icha tidak berhenti. Tahun berikutnya, ia fokus membereskan utang keluarga.Harus Dimanfaatkan Bangkit dari Keterperukan Tahun 2021, perlahan hidupnya mulai bangkit. Ia bisa menabung, memberangkatkan ibunya umrah, membeli mobil, hingga akhirnya memiliki rumah sendiri lewat KPR. Semuanya bukan datang tiba-tiba. Di tengah kesibukan sebagai sales di dealer Auto2000, jaringan penjualan resmi mobil Toyota, ia juga berjualan makanan, mulai dari rice bowl hingga puding. Apa saja dilakukannya selama halal dan bisa menghasilkan. (*)




