Deteksi Media

PARADOKS “Senyum Manis” di Balik Cap “Pencari Kesalahan”

PARADOKS “Senyum Manis” di Balik Cap “Pencari Kesalahan”

 

Bay-Deteksi

Tapalkuda,(deteksimedia.id), edisi Minggu, 01 pebruary 2026, ____ Dalam panggung kekuasaan dan birokrasi, wartawan dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) sering kali menempati posisi yang canggung. Di satu sisi, mereka kerep dicap sebagai “pencari kesalahan, penghambat program, atau bahkan penghambat kemajuan”. Narasi ini dibangun untuk melegitimasi kenyamanan birokrasi dari pengamatan ketat. Kritikan dianggap serangan.

Namun, drama sesungguhnya tersaji saat meja terbalik, ketika “pencari kesalahan” itu berubah menjadi “penyelamat” yang dibutuhkan.

Saat tersandung kasus hukum, program yang di usung berujung masalah, atau reputasi runtuh dalam semalam, sekitika Stigma buruk hilang. Mereka kembali menyapa wartawan dan LSM dengan senyum manis dan tangan terbuka. Pintu ruang kerja yang tadinya tertutup rapat, mendadak terbuka lebar.

Inilah paradoks yang kerap terjadi, Wartawan dan LSM sering kali dianggap musuh saat bertindak sebagai fungsi kontrol (Watchdog), tetapi dirangkul sebagai kawan saat butuh publikasi untuk membersihkan nama atau mencari pembenaran.

Fenomena ini menunjukkan bahwa ketakutan terhadap wartawan dan LSM bukanlah karena mereka menghambat, melainkan karena kemampuan mereka mengungkap kebenaran. Saat kekuasaan merasa terancam, mereka membenci. Saat mereka yang terancam, mereka butuh.

Pada akhirnya, wartawan dan LSM bukanlah musuh kemajuan. Mereka adalah cermin. Jika wajah kekuasaan bersih, cermin akan memantulkan kebersihan. Namun, jika ada noda, cermin akan menunjukkan noda tersebut. Jangan benci cerminnya jika wajah kita yang kotor. Senyum manis hanya akan terkesan jika dibarengi dengan transparansi yang konsisten, bukan hanya saat kepepet.

* Stigma Kontradiktif : LSM dan wartawan di cap buruk saat kritis, namun di cari saat butuh pertolongan publikasi.

* Kepentingan Sesaat : Senyum Manis adalah taktik, bukan persahabatan tulus.

* Fungsi Cermin : Wartawan dan LSM adalan fungsi control, bukan penghambat.

* Kebutuhan Transparansi : Kepemimpinan yang baik tidak takut disorot.

redaksi

Related Articles